Jakarta (ANTARA) - Pemerintah memproyeksikan lonjakan mobilitas masyarakat pada masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) yang diperkirakan mencapai 119,5 juta orang dengan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan.
Hal tersebut dilaporkan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi pada Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto, di Istana Negara, Jakarta, Senin.
Berdasarkan hasil survei potensi pergerakan orang pada masa Nataru, Menhub menyampaikan bahwa potensi pergerakan masyarakat diperkirakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dan mencakup hampir separuh penduduk Indonesia. Lonjakan tersebut menjadi dasar penguatan layanan transportasi nasional.
"Hasil survei menunjukkan bahwa 42,01 persen penduduk Indonesia, atau sebesar 119,5 juta orang berencana melakukan perjalanan pada akhir tahun, meningkat 2,71 persen dari tahun sebelumnya," ujar Menhub.
Dudy menyampaikan bahwa tujuan perjalanan didominasi oleh provinsi Jawa Tengah sebesar 20,23 juta orang, kemudian diikuti oleh Jawa Timur dan Jawa Barat.
"Walaupun tidak termasuk dalam 10 besar survei, namun akan kami cermati wilayah-wilayah yang merayakan Natal seperti Maluku, Papua, dan Kalimantan Barat," jelasnya.
Dari sisi moda transportasi, mobil pribadi masih mendominasi pilihan masyarakat untuk bepergian pada akhir tahun dan diikuti oleh moda transportasi lainnya. Pemerintah telah menyiapkan sarana dan prasarana transportasi pendukung, baik moda transportasi darat, laut, udara, kereta api, maupun penyeberangan.
Adapun jumlah transportasi yang disiapkan, antara lain 31.433 bus, 711 kapal, 2.670 kereta api, 368 pesawat, serta 253 kapal penyeberangan.
Dudy juga menyampaikan bahwa pemerintah memberikan stimulus sektor transportasi berupa diskon tarif dan tiket guna meringankan beban masyarakat selama periode libur Nataru. Kebijakan tersebut melibatkan koordinasi lintas kementerian dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Stimulus untuk diskon tarif tol sebesar 20 persen pada 26 ruas jalan tol, yaitu pada tanggal 22, 23, dan 31 Desember. Sedangkan untuk tahun 2024 kemarin hanya diberikan sebesar 10 persen untuk 12 ruas jalan tol. Stimulus angkutan udara berupa diskon tiket sebesar 13 hingga 14 persen untuk periode perjalanan 22 Desember hingga 10 Januari 2026," kata Dudy.
Selanjutnya, ia menegaskan adanya dua isu strategis yang menjadi fokus pengelolaan angkutan Nataru 2025-2026, yakni potensi lonjakan penumpang dan risiko cuaca ekstrem.
Baca juga: Diwarnai dua gol bunuh diri, timnas putri takluk 0-5 dari Taiwan
Baca juga: Diwarnai dua gol bunuh diri, Arsenal menang dramatis 2-1 atas Wolves
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia / Fathur Rochman
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































