Jakarta (ANTARA) - Seiring pemasaran domestik yang terus tumbuh, jenama fesyen anak lokal, Lewis Emma, juga membidik perluasan jaringan ekspor di regional Asia Tenggara melalui program Shopee Export
Program itu memungkinkan jenama yang didirikan oleh Finna Fidela dan suaminya itu lebih mudah dalam mengekspor produk dari kantor cabangnya di Surabaya.
"Malaysia jadi pasar luar negeri terbesar Lewis Emma, diikuti oleh Thailand," kata Finna saat ditemui di Kantor Pusat Lewis Emma di kawasan Kedoya, Jakarta Barat, Jumat.
Finna menjelaskan bahwa jaringan ekspor pada Malaysia terjalin disebabkan adanya kemiripan budaya dan preferensi fesyen dengan Indonesia, yang memudahkan produk mereka diterima pasar.
"Mungkin market-nya lebih masuk ya. Mirip-mirip sih dengan Indonesia kalau Malaysia... Mungkin masih mirip-mirip ya Indonesia sama Malaysia untuk cara pakai bajunya. Jadi ya mungkin setipe," kata dia.
Kendati demikian, jenama itu masih memiliki tantangan dalam ekspor terkait biaya pengiriman yang tinggi (shipping cost), yang menjadi kendala operasional lebih kompleks dibandingkan pengiriman domestik.
Baca juga: Tren olahraga, konsumen pilih pakaian anak fungsionalitas
"Tantangannya lebih ke pengiriman sih, karena ongkos kirim seperti itu ya. Maksudnya lebih susah daripada kita kan biasa kirim-kirim Indonesia aja ya," kata Finna.
Biaya pengiriman yang tinggi juga berpotensi membuat layanan purnajual (pergantian barang jika ukuran salah beli, dan lain-lain) menjadi lebih kompleks pada transaksi ekspor dibandingkan domestik.
Namun Finna optimistis bisa memperluas jaringan ekspor produk mengingat produktivitas Lewis Emma konsisten, setiap bulan minimal satu kali merilis koleksi baru.
Manajer Lewis Emma, Farsan, menunjukkan produk baju, celana, hingga berbagai aksesoris anak di gudang kantor pusat Lewis Emma di kawasan Kedoya, Jakarta Barat, Jumat (28/11/2025). (ANTARA/Abdu Faisal)Jenama yang awalnya fokus pada usia 2 hingga 10 tahun, terbukti bisa memperluas rentang kategori produksinya sehingga menyasar usia 6 bulan hingga 14 tahun berdasarkan permintaan pelanggan.
Kendati kategori usia 2 hingga 8 tahun tetap menjadi produk terlaris (best seller).
Salah satu peluncuran penting adalah Koleksi Sports (Pakaian Olahraga) pada Oktober, yang diklaim berkorelasi dengan peningkatan penjualan bulanan sebesar 70 persen pada tahun tersebut.
Koleksi terbaru diluncurkan yaitu Activewear yang menggunakan bahan fungsional seperti Dry-fit, terinspirasi dari kebutuhan olahraga anak Finna Fidela sendiri yaitu tenis.
Lewis Emma mencatat bahwa koleksi Activewear ini bertujuan memenuhi permintaan pasar yang semakin fokus pada aktivitas fisik.
Lewis Emma berpegangan pada konsep desain timeless dan katun untuk pakaian sehari-hari guna menghindari model yang cepat usang.
Strategi pengembangan produk yang mengutamakan kualitas dan konsistensi rilis adalah upaya Lewis Emma untuk memenuhi permintaan konsumen yang mencari nilai jangka panjang dalam transaksi digital.
Baca juga: Lewis Emma manfaatkan live shopping pagi, hasilkan 40 persen GMV
Lewis Emma juga mencatat bahwa desain timeless membantu dalam pengelolaan stok di e-commerce.
Perusahaan juga mencatat bahwa dalam menentukan tren, mereka tidak sepenuhnya mengikuti tren, melainkan fokus pada warna-warna netral dan warna bold untuk koleksi masa depan.
Finna mengatakan pihaknya mengidentifikasi bahwa kualitas bahan adalah syarat penting untuk bersaing dengan produk luar.
Upaya ekspansi Lewis Emma berikutnya merupakan langkah Lewis Emma untuk memperkuat penetrasi produk lokal di pasar Asia Tenggara, termasuk Singapura, dan menghadapi tantangan globalisasi.
Finna mencatat bahwa perluasan pangsa pasar di luar negeri dapat membantu menyeimbangkan potensi kelebihan pasokan di pasar domestik.
Baca juga: Pengusaha UMKM kembangkan bisnis dengan manfaatkan pemasaran digital
Baca juga: ShopeeFood dan Serly One Bite Big Bite beri diskon rame-rame
Baca juga: Perjalanan jenama Foldyester memanfaatkan peluang di Shopee
Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































