Moskow (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempertimbangkan merebut Pulau Kharg di Iran utara, sebuah langkah yang akan melibatkan penerjunan personel militer AS ke wilayah Iran secara langsung.
Menurut laporan Axios, mengutip sejumlah sumber, Senin, Trump disebut tertarik terhadap rencana merebut sepenuhnya Pulau Kharg karena dapat memberi "pukulan telak" bagi ekonomi Iran dan memutus pendanaan bagi Teheran.
Seorang pejabat Gedung Putih kepada Axios mengatakan Presiden AS itu belum menetapkan keputusan apapun terkait Pulau Kharg.
Namun, kata sumber itu, situasi dapat berubah jika upaya memulihkan jalur pelayaran di Selat Hormuz jadi berlarut-larut.
Menurut laporan Axios, langkah tersebut memerlukan pengerahan personel AS ke wilayah Iran, sehingga dikhawatirkan dapat memicu serangan balasan Iran terhadap fasilitas produksi dan instalasi pipa minyak di kawasan Teluk, khususnya di Arab Saudi.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, termasuk Teheran, sehingga menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.
Iran lantas melakukan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan pangkalan militer AS di se-antero Timur Tengah.
Eskalasi yang terjadi di Iran telah memicu blokade "de facto" atas Selat Hormuz, sebuah jalur pelayaran yang penting bagi pengiriman minyak dan gas LPG dari negara-negara di Teluk Persia ke pasar dunia.
Gangguan pelayaran tersebut juga berdampak pada tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan Teluk.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Araghchi: Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi
Baca juga: Iran tuntut AS bayar kompensasi dan tarik pasukan dari Teluk Persia
Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































