Jakarta (ANTARA) - Ganda putri Indonesia Lanny Tri Mayasari/Apriyani Rahayu menegaskan akan memfokuskan evaluasi pada aspek nonteknis setelah langkah mereka terhenti di semifinal BWF World Tour Super 500 Daihatsu Indonesia Masters 2026.
Lanny/Apriyani gagal melangkah ke partai final seusai kalah dua gim langsung dari pasangan Malaysia Pearly Tan/Thinaah Muralitharan dengan skor 15-21, 9-21 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu.
“Evaluasinya dari nonteknis. Ketika bola sudah tertebak, bagaimana caranya bisa keluar dari tekanan dan tidak bingung sendiri di lapangan,” ujar Lanny seusai pertandingan.
Baca juga: Rachel/Febi terhenti di semifinal Indonesia Masters 2026
Baca juga: Tunjukkan kematangan, Raymond/Joaquin ke final Indonesia Masters 2026
Apriyani menambahkan dirinya juga masih harus membenahi penguasaan lapangan serta kesiapan mental, terutama saat menghadapi pasangan-pasangan papan atas dunia yang memiliki pertahanan rapat dan konsistensi tinggi.
“Masih banyak yang harus saya kuasai lagi. Ganda putri top sekarang pertahanannya rapat, tenaga kakinya kuat, dan pikirannya stabil,” kata Apriyani.
Menurut Apriyani, aspek fokus dan pengendalian pikiran menjadi pekerjaan rumah utama agar mampu tampil lebih konsisten di level elite.
“Yang paling utama itu pikiran dan fokus. Itu yang harus saya kembalikan lagi,” ujar dia.
Meski belum mampu menembus final, Lanny/Apriyani mengatakan hasil di Indonesia Masters 2026 menjadi bagian dari proses pembentukan permainan dan mental sebagai pasangan yang masih relatif baru.
Setelah turnamen ini, Lanny/Apriyani dijadwalkan melanjutkan rangkaian kompetisi ke Super 300 Thailand Masters 2025, dengan target memperbaiki konsistensi dan kesiapan mental menghadapi lawan-lawan peringkat atas dunia.
Baca juga: PBSI kerja sama dengan Jepang untuk persiapan Asian Games 2026
Baca juga: Alwi Farhan selangkah lagi juara Indonesia Masters 2026
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































