Kemenkes alokasikan alat rekam jantung perkuat program CKG

4 hours ago 4

Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) akan mengalokasikan fasilitas tambahan berupa alat perakam jantung atau Elektrokardiogram (EKG) di setiap puskesmas di Kabupaten Tangerang, Banten guna memperkuat layanan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

"Tahun ini saya janji, 44 puskesmas di Kabupaten Tangerang akan punya alat perekam jantung," kata Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono di Tangerang, Jumat.

Baca juga: Menkes hadirkan alat kesehatan canggih percepat penanganan jantung

Ia mengatakan penambahan fasilitas kesehatan ini diberikan sebagai inovasi dalam menunjang Program CKG di Kabupaten Tangerang. Sebab, khusus wilayah ini capaian pelaksanaan Program CKG dinilai cukup tinggi, bahkan melampaui target sasaran, yakni 106 persen dari jumlah penduduk hingga 3,1 juta lebih.

Kendati demikian, dengan adanya dukungan penambahan fasilitas kesehatan tersebut diharapkan bisa membantu mengoptimalisasi capaian target nasional sebesar 46 persen atau 130 juta pada program CKG di 2026.

"Di Tangerang belum ada alat rekam jantung, jadi kalau orang sakit jantung tidak ketahuan, maka kita akan kasih," ucapnya.

Dante menyebut masyarakat dapat melakukan pemeriksaan kondisi kesehatannya melalui program CKG, terutama tahapan observasi penyakit yang tidak memiliki gejala, seperti kencing manis dan hipertensi.

Untuk skema pengobatannya, kata dia, nanti diminta agar durasi perawatan terhadap pasien dilakukan selama 15 hari. Dengan begitu, para pasien yang belum memiliki BPJS dapat mengurus administrasinya terlebih dahulu.

"Setelah sampai 2 minggu BPJS-nya selesai, mereka bisa melanjutkan pengobatan tanpa putus obat," katanya.

Baca juga: Ahli jantung jelaskan cara pantau tekanan darah yang akuratdi rumah

Baca juga: Muhammadiyah serahkan bantuan alat kejut jantung ke RS Palestina

Pihaknya mendorong masyarakat agar memanfaatkan Program CKG tersebut. Di samping pemerintah akan terus meningkatkan pelayanan Program CKG agar dapat melayani berbagai keluhan penyakit masyarakat.

Dalam hal ini, pemerintah tengah mengoptimalisasi cakupan Program CKG hingga mencapai 46 persen atau 130 juta pada target di tahun 2026, menyusul evaluasi terkait CKG 2025, yang diikuti oleh 70,8 juta orang atau 24,9 persen dari populasi nasional.

"Untuk tahun 2026, kita coba akan mencapai lebih dari seratus juta lebih capaian CKG nasional," kata dia.

Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |