Jakarta (ANTARA) - Kantor Staf Presiden (KSP) meninjau kesiapan infrastruktur Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Sungsang IV di Desa Sungsang IV, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan untuk memastikan program pemberdayaan nelayan itu berjalan tepat sasaran.
Menurut keterangan resmi KSP di Jakarta, Sabtu, Pelaksana tugas (Plt) Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Popy Rufaidah melakukan kunjungan kerja ke KNMP Sungsang IV yang berada di lokasi strategis menghadap langsung ke Selat Bangka dan menjadi salah satu sentra perikanan tangkap penting di wilayah Sumatera Selatan.
"Pemerintah ingin memastikan bahwa pembangunan kawasan nelayan tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas, kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat daya saing sektor kelautan dan perikanan nasional," ujar Popy.
Popy menyatakan kunjungan itu dilakukan pada Kamis (21/5) untuk meninjau secara langsung kesiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung KNMP, memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat nelayan, serta memastikan program pemberdayaan nelayan berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat pesisir.
Baca juga: Gubernur Papua optimistis Kampung Nelayan Merah Putih majukan Supiori
Dalam kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Utama KSP Febriyantoro, menyampaikan bahwa pengembangan KNMP merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membangun ekosistem ekonomi nelayan yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Kabupaten Banyuasin memiliki potensi perikanan yang sangat besar dengan luas wilayah mencapai 12.551,15 km persegi dan wilayah perairan laut sekitar 1.565,97 km persegi.
Jumlah nelayan di kabupaten itu mencapai sekitar 17.365 orang. Pada 2025, produksi hasil tangkapan laut tercatat mencapai 49.410,543 ton, ditambah 13.985,078 ton dari perairan umum daratan.
Sementara itu, Desa Sungsang IV dihuni oleh sekitar 1.423 kepala keluarga, dengan mayoritas masyarakat berprofesi sebagai nelayan. Komoditas unggulan yang dihasilkan antara lain udang, ikan sembilang betutu, dan bawal. Produksi perikanan di wilayah tersebut mencapai sekitar 4.789 ton per tahun dengan nilai produksi mencapai Rp71,8 miliar.
Baca juga: Menteri KP: Kampung nelayan merah putih dukung hilirisasi perikanan
Program KNMP Sungsang IV ditargetkan mampu meningkatkan pendapatan nelayan secara signifikan dari rata-rata Rp2 juta menjadi Rp4 juta per bulan, sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja hingga mencapai 857 orang.
Dalam dialog bersama masyarakat pesisir, sejumlah isu strategis turut menjadi perhatian, mulai dari penguatan sarana pendukung nelayan, akses energi dan BBM bagi nelayan, hilirisasi hasil perikanan, hingga penguatan tata kelola kawasan pesisir yang berkelanjutan.
Selain BBM, persoalan utama lainnya adalah air bersih yang saat ini masih didatangkan dari wilayah lain sehingga biaya distribusinya cukup tinggi. Karena itu pemerintah daerah juga telah mengusulkan pembangunan sarana air bersih agar harga menjadi lebih murah dan akses masyarakat lebih baik.
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































