KPPPA minta siswi SMP korban pelecehan guru tidak dikeluarkan sekolah

1 week ago 6

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi meminta siswi SMP negeri korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru di Denpasar, Bali, tidak dikeluarkan dari sekolah dan tidak mengalami stigmatisasi.

"Kami memastikan korban mendapatkan pendampingan psikologis dan bantuan hukum, serta hak pendidikannya tetap terpenuhi. Korban tidak boleh dikeluarkan, dikucilkan, maupun mengalami stigmatisasi di lingkungan sekolah akibat kejadian ini," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Rabu.

Pihaknya mengecam keras dugaan kasus pelecehan seksual ini, terlebih pelakunya adalah seorang guru.

Menurut dia, peristiwa ini menjadi pengingat serius akan pentingnya penguatan sistem perlindungan anak khususnya di lingkungan satuan pendidikan yang seharusnya menjadi ruang aman bagi peserta didik.

Ia menegaskan tindakan yang dilakukan oleh oknum guru tersebut merupakan perbuatan tercela dan tidak dapat ditoleransi dalam kondisi apa pun.

"KemenPPPA mengecam keras segala bentuk tindakan asusila yang dilakukan oleh oknum guru tersebut. Perbuatan ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai marwah pendidikan dan mengkhianati peran guru sebagai pendidik sekaligus pelindung anak di sekolah," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.

Saat ini KemenPPPA terus berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Provinsi Bali dan Kota Denpasar untuk memastikan korban memperoleh pendampingan yang komprehensif.

Hingga saat ini, kasus tersebut belum dilaporkan secara resmi oleh pihak keluarga maupun sekolah kepada UPTD PPA.

Namun demikian, UPTD PPA Kota Denpasar telah melakukan koordinasi awal terkait pendampingan psikologis korban dan menjadwalkan kunjungan ke SMP tersebut.

"Kami memastikan korban mendapatkan pendampingan psikologis dan bantuan hukum, serta hak pendidikannya tetap terpenuhi. Korban tidak boleh dikeluarkan, dikucilkan, maupun mengalami stigmatisasi di lingkungan sekolah akibat kejadian ini," ujar Arifah Fauzi.

Baca juga: Target Indonesia Emas, Menteri Arifah sebut perempuan harus berperan

Baca juga: Arifah minta pemda implementasi program PPPA berkelanjutan

Baca juga: KemenPPPA gandeng 11 penggiat lingkungan sosialisasi pengolahan sampah

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |