Korban pesawat ATR  terindentifikasi pramugari Florencia Lolita

2 weeks ago 11
Jenazah dengan nomor post mortem 62B.01 cocok dengan ante mortem nomor AM004, teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono, jenis kelamin perempuan, umur 33 tahun

Makassar (ANTARA) - Tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi salah seorang korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang merupakan pramugari atas nama Florencia Lolita, usai pemeriksaan post mortem dan ante mortem di Posko DVI, Biddokkes Polda Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Jenazah dengan nomor post mortem 62B.01 cocok dengan ante mortem nomor AM004, teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono, jenis kelamin perempuan, umur 33 tahun," ujar Kepala Bidokkes Polda Sulsel Kombes Pol Muhamad Haris saat konferensi pers di Makassar, Rabu.

Hasil identifikasi tersebut terungkap setelah tim di Posko DVI menerima satu kantong jenazah pada Selasa (20/1) malam dan melakukan identifikasi secara cermat bersama tim DVI Pusdokes Polri, tim Iden Polda Sulsel, Tim Pusiden Polri, dan Departemen Forensik dan Medikologal Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas).

"Alamat (korban) Apartemen Walk Tower A Unit 216 Bulo Gadung, Jakarta Timur. (Identifikasi) melalui sidik jari, data gigi, properti dan ciri medis," ucapnya.

Baca juga: Cuaca mendukung, jenazah korban kedua pesawat ATR tiba di Posko DVI

Kepala Pusident Bareskrim Polri Brigjen Mashudi menambahkan untuk Iden dilihat dari jenazah masih dalam keadaan bagus, sehingga untuk papiler yang ada yakni sidik jari masih bisa terbaca.

"Sehingga, kami sudah langsung mengambil sidik jarinya, kemudian dengan peralatan kami miliki bisa langsung membaca identitas yang bersangkutan," tuturnya.

Tetapi untuk memastikan dan membuktikan secara saintifik, lanjutnya, dilakukan pembandingannya dengan mengambil sidik jari jempol tangan kiri dan dilakukan pembandingan dengan data pembanding lain yang dimiliki.

"Contohnya, kita mengambil sidik jari pada post mortem, kemudian kita melakukan pembandingan secara manual dengan data pembanding. Maka, kami bisa meyakini secara keilmuan bahwa bersangkutan adalah Florencia Lolita Wibisono," ucapnya.

Baca juga: Basarnas paparkan perjuangan tim gabungan evakuasi korban pesawat ATR

Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan terungkapnya identitas korban tersebut setelah dibuktikan secara saintifik dan pemeriksaan tim DVI telah diakui secara internasional sehingga hasilnya valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Seperti tadi disampaikan Kabiddokes dan Kapusident bahwa hasil pemeriksaan tidak terbantahkan, data identitas identik dengan korban," kata Kapolda.

Mengenai dengan penyerahan serah terima jenazah korban kepada pihak keluarga, Djuhandhani mengatakan hal itu akan menyerahkan lebih lanjut kepada Basarnas sebagai leading sector dalam penanganan kecelakaan pesawat tersebut lebih lanjut.

Sebelumnya Posko DVI di Biddokkes Polda Sulsel di area Rumah Sakit Bayangkara telah menerima dua jenazah korban untuk diidentifikasi. Jenazah yang pertama tiba pada Selasa (20/1/2026) malam dengan jenis kelamin perempuan (sudah terinstifikasi). Jenazah kedua tiba pagi tadi, jenis kelamin laki-laki (belum teridentifikasi).

Baca juga: Medan ekstrem, Basarnas: Doakan keselamatan tim pencari korban ATR

Pewarta: M Darwin Fatir
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |