Komisi X DPR dukung penguatan anggaran Perpusnas guna perluas literasi

3 days ago 10

Jakarta (ANTARA) - Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mendukung usulan tambahan anggaran Perpustakaan Nasional (Perpusnas) sebesar Rp357,77 miliar pada 2027 untuk perluasan akses literasi bagi publik.

Hetifah di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa pihaknya menyetujui Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Perpusnas Tahun 2027. Dia juga mendukung usulan tambahan anggaran sebesar Rp357,77 miliar, mengingat pagu indikatif yang diterima Perpusnas saat ini baru mencapai Rp367,73 miliar, sementara kebutuhan riil lembaga mencapai Rp725,5 miliar.

“Perpusnas memegang peran strategis dalam memperkuat budaya literasi, memperluas akses pengetahuan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Oleh karena itu, dukungan anggaran yang memadai sangat diperlukan agar berbagai program prioritas dapat berjalan secara optimal,” ujar Hetifah.

Menurut Hetifah, tambahan anggaran tersebut harus diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama melalui peningkatan layanan perpustakaan, penguatan budaya baca, perluasan akses terhadap sumber belajar, serta pengembangan program literasi yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Dia menekankan pentingnya keberpihakan kepada daerah-daerah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan perpustakaan, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sekolah-sekolah yang belum memiliki sarana literasi memadai, serta perpustakaan desa yang menjadi ujung tombak pembangunan budaya baca di tingkat masyarakat.

Baca juga: Perpusnas naikkan usulan anggaran jadi Rp357,77 M perluas akses baca

Dia pun mendorong agar transformasi digital yang dijalankan Perpusnas mampu memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan digital dan memperkuat integrasi layanan perpustakaan secara nasional, sehingga kesenjangan akses pengetahuan antardaerah dapat semakin diperkecil.

Dalam kesempatan tersebut, Hetifah juga mengingatkan pentingnya pelestarian naskah kuno dan koleksi nasional sebagai bagian dari upaya menjaga memori kolektif bangsa dan warisan budaya Indonesia.

“Perpustakaan Nasional tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan literasi, tetapi juga sebagai penjaga warisan intelektual bangsa. Oleh karena itu, fungsi pelestarian harus terus diperkuat seiring dengan upaya modernisasi layanan perpustakaan,” katanya.

Menurut dia, keberhasilan pembangunan literasi nasional memerlukan kolaborasi yang erat antara Perpusnas, kementerian terkait, pemerintah daerah, dunia pendidikan, serta komunitas literasi. Sinergi tersebut diperlukan agar setiap program yang didukung anggaran negara dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.

“Pembangunan literasi adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Indonesia," katanya.

Baca juga: Perpusnas dan Goethe-Institut tingkatkan literasi kebudayaan

Dia pun berharap usulan tambahan anggaran Perpusnas sebesar Rp357,77 miliar dapat dipertimbangkan pemerintah sebagai bagian dari investasi strategis guna memperkuat kualitas sumber daya manusia, membangun budaya literasi, dan mendukung pencapaian Asta Cita Presiden Prabowo.

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |