Jakarta (ANTARA) - Baik Belgia maupun Iran menghadapi tekanan mental yang besar saat saling berhadapan di SoFi Stadium, atau Los Angeles Stadium, Inglewood, California, pada Senin (22/6) pukul 02.00 WIB.
Tekanan mental yang membebani Belgia adalah bayangan terulangnya nestapa empat tahun lalu di Qatar ketika gagal ke fase gugur. Sementara itu, Iran harus menghadapi tekanan akibat situasi di luar lapangan, menyusul perlakuan tuan rumah Amerika Serikat terhadap mereka.
Iran sudah dijanjikan oleh FIFA bahwa mereka akan tiba di Los Angeles, California, dua hari sebelum kickoff pertandingan keduanya di Grup G Piala Dunia 2026 melawan Belgia. Namun, otoritas Amerika Serikat tak menggubris jaminan FIFA itu, sehingga untuk kedua kalinya Iran mesti pulang pergi Tijuana (Meksiko)-Los Angeles (AS) dalam waktu 24 jam.
Tijuana adalah base camp dadakan Iran dari tadinya Tucson di Arizona, Amerika Serikat, setelah pemerintah Presiden Donald Trump menolak Iran berada lebih dari 24 jam di negara itu.
Federasi sepak bola Iran sudah mengajukan surat keluhan resmi kepada FIFA atas penolakan AS itu.
Ini serangan mental kedua yang dialami Mehdi Taremi cs setelah juga diperlakukan seperti ini kala melawan Selandia Baru pada pertandingan pertama Grup G.
Pada kesempatan pertamanya, Team Melli berhasil mengatasi tekanan mental itu setelah memetik satu poin dari laga melawan Selandia Baru yang berkesudahan 2-2 di bawah suasana mental dan fisik yang kurang prima.
Kini, di tengah serangan psikologis sama, Iran menghadapi lawan yang lebih kuat ketimbang Selandia Baru dan favorit juara Grup G.
Tetapi skuad Belgia yang akan dihadapi pasukan Amir Ghalenoei nanti adalah tim Belgia yang sedang menghadapi masalah fertilitas gol. Ini kabar bagus bagi Iran.
Padahal selama babak kualifikasi, Setan Merah menghasilkan 29 gol dari lima kemenangan dan tiga hasil seri yang menempatkannya di puncak Grup J kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa.
Tapi kala melawan Mesir empat hari lalu, Belgia harus mengandalkan sebuah gol bunuh diri untuk menghindari kekalahan pada pertandingan pertamanya di Grup G.
Belgia tak berhasil mengonversi 14 peluang lain yang dua di antaranya "on target", menjadi gol.
Baca juga: Belgia terhindar dari kekalahan setelah imbang 1-1 lawan Mesir
Baca juga: Derita Iran, FIFA yang tak berdaya, dan presiden yang narsistik akut
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































