Komisi VIII DPR serahkan bantuan kesiapsiagaan bencana ke Sleman

2 weeks ago 7
Masyarakat didorong untuk memahami risiko di wilayahnya, mengetahui jalur evakuasi, serta memiliki kemampuan dasar mitigasi bencana

Sleman (ANTARA) - Komisi VIII DPR RI menyerahkan bantuan penanganan untuk penanganan kebencanaan kepada Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta di Kantor Setda Sleman, Kamis.

Bantuan yang diberikan berasal dari Kementerian Sosial RI berupa "buffeer stock" logistik senilai Rp178,817 juta.

Kemudian bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupa bantuan logistik dan peralatan yang terdiri dari 100 paket sembako, 100 paket makanan siap saji, 100 lembar selimut, 100 lembar matras, 1.000 lembar masker, lima unit gergaji mesin tangan, dan 100 buah "sandbag" atau geobag.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko kepada Bupati Sleman Harda Kiswaya.

Baca juga: Suasana haru warnai perpisahan prajurit Yonif 115 di Aceh Tamiang

Singgih mengatakan, penanggulangan kebencanaan merupakan salah satu yang menjadi perhatian Komisi VIII DPR.

Menurut dia, selain menyerahkan bantuan kebencanaan, kedatangannya di Sleman juga dimaksudkan untuk memantau kesiapansiagaan Kabupaten Sleman dalam menghadapi potensi bencana seperti erupsi Gunung Merapi, banjir lahar dingin, gempa bumi, tanah longsor dan angin puting beliung.

Bupati Sleman Harda Kiswaya menyambut baik langkah Komisi VIII DPR untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam pelaksanaan mitigasi bencana khususnya di wilayah Sleman.

"Upaya kesiapsiagaan Kabupaten Sleman tidak semata-mata berfokus pada respons saat bencana terjadi. namun juga menekankan pada penguatan kapasitas masyarakat sebelum terjadinya bencana," katanya.

Baca juga: Basarnas Kendari kirim 15 personel bantu pencarian korban pesawat ATR

Harda mencontohkan, sebanyak 86 kalurahan (setingkat desa) di Kabupaten Sleman telah ditetapkan sebagai Kalurahan Tangguh Bencana melalui bimbingan dan pendampingan Pemkab Sleman. Hal tersebut menjadi wujud nyata penguatan kapasitas masyarakat sebelum terjadi bencana.

"Masyarakat didorong untuk memahami risiko di wilayahnya, mengetahui jalur evakuasi, serta memiliki kemampuan dasar mitigasi bencana," katanya.

Ia mengatakan, Pemkab Sleman juga mengembangkan Satuan Pendidikan Aman Bencana agar kesadaran kebencanaan tertanam sejak dini, serta memperkuat peran komunitas relawan yang jumlahnya telah mencapai ribuan orang yang tersebar di berbagai wilayah rawan.

"Seiring dengan perkembangan teknologi, Pemkab Sleman mengembangkan pemanfaatan sistem berbasis digital melalui aplikasi 'Simantab' (Sistem Informasi Sleman Tanggap Bencana) yang dikelola oleh BPBD Sleman," katanya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan paparan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti dan Sekda SlemanSusmiarto terkait kondisi kesiapsiagaan bencana di DIY dan Sleman.

Baca juga: Jakbar salurkan bantuan perbaikan lingkungan bagi RW 02 Rawa Buaya

Pewarta: Victorianus Sat Pranyoto
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |