Komisi VII DPR apresiasi industri farmasi jamu optimalkan bahan lokal

2 weeks ago 5
Potensi bahan baku untuk industri jamu di Indonesia ini luar biasa, tinggal bagaimana pemasarannya

Semarang (ANTARA) - Komisi VII DPR RI mengapresiasi perkembangan industri farmasi tradisional yang mampu bertahan dengan mengoptimalkan potensi bahan baku dari dalam negeri.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty saat memimpin kunjungan kerja ke pabrik PT Sido Muncul di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat, mengatakan industri farmasi tradisional tidak mengalami kesulitan dalam memperoleh bahan baku.

"Potensi bahan baku untuk industri jamu di Indonesia ini luar biasa, tinggal bagaimana pemasarannya," katanya

Justru kendala dalam pemenuhan bahan baku, lanjut dia, justru dialami oleh industri farmasi kimia.

Dalam kunjungan tersebut, menurut dia, Komisi VII DPR menginventarisasi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh industri farmasi.

Operasional pabrik Sido Muncul, kata dia, sudah benar-benar canggih dan terjamin higienitasnya.

"Perusahaan ini tidak melakukan PHK meski kerja para pegawainya digantikan oleh mesin," katanya.

Setelah melakukan belanja masalah di industri farmasi tradisional, lanjut dia, Komisi VII DPR akan melakukan kunjungan ke industri farmasi kimia untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi

Sementara itu, Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat menyebut industri jamu ini dibangun dengan standardisasi seperti industri farmasi

Dalam menjalankan usahanya, ia meminta pemerintah memberi pembinaan sekaligus perlindungan kepada para pelaku industri farmasi jamu.

"Kami membangun industri jamu ini menjadi industri kepercayaan," katanya.

Baca juga: DPR harap Kemenpar kawal program pokok di desa wisata

Baca juga: Komisi VII apresiasi Desa Wisata Keranggan libatkan kelompok difabel

Baca juga: Komisi VII DPR minta pemerintah perkuat UMKM atasi pasar kerja lesu

Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |