Kudus (ANTARA) - Kodim 0722/Kudus, Jawa Tengah, mulai membangun empat sumur bor di sejumlah wilayah rawan kekeringan sebagai langkah mengantisipasi dampak musim kemarau, yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sekaligus mendukung ketersediaan air irigasi lahan pertanian.
"Untuk saat ini, Kabupaten Kudus mendapatkan alokasi empat titik pembangunan sumur bor untuk penyediaan air bersih buat masyarakat, serta tiga titik irigasi perpompaan (Irpom) untuk mendukung sektor pertanian," kata Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie di Kudus, Senin.
Empat lokasi pembangunannya sumur bor tersebar di Desa Panjang (Kecamatan Bae), Getasrabi (Kecamatan Gebog), dan dua lokasi di Desa Berugenjang (Undaan). Sementara pembangunan irigasi perpompaan dipusatkan di tiga lokasi di Desa Garung Kidul (Kaliwungu).
Pembangunan sumur bor untuk kebutuhan air bersih mulai dikerjakan pada Senin (20/7), sedangkan pembangunan irigasi perpompaan dimulai lebih awal dan kini progresnya mencapai 50 persen yang semuanya didanai dari pusat.
Menurut Dandim Kudus pembangunan sumur bor tersebut merupakan bagian dari upaya TNI AD untuk membantu masyarakat menghadapi potensi krisis air saat musim kemarau. Program tersebut diharapkan mampu menjamin ketersediaan air bersih sehingga warga tidak mengalami kesulitan mendapatkan suplai air.
"Yang paling utama, air yang dihasilkan akan dialirkan terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Baca juga: Gubernur Jateng: TNI beri kontribusi nyata untuk swasembada pangan
Baca juga: BI-TNI AD realisasikan pembangunan sumur pompa air di 123 lokasi
Ia menjelaskan, selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, keberadaan sumur bor juga diharapkan mendukung aktivitas pertanian agar petani tetap memperoleh pasokan air irigasi saat memasuki musim tanam.
Sumur bor yang dibangun untuk masyarakat memiliki diameter 6 dim dan diperkirakan mampu melayani kebutuhan air bersih lebih dari 350 keluarga. Sementara fasilitasi irigasi perpompaan diproyeksikan mampu mengairi lahan pertanian hingga puluhan hektare.
Lahan yang digunakan untuk pembangunan sumur bor tersebut, merupakan aset milik pemerintah desa. Setelah dibangun, pengelolaan fasilitas tersebut akan diserahkan kepada pemerintah desa agar dimanfaatkan secara berkelanjutan bagi kepentingan masyarakat.
Program pembangunan sumur bor tersebut merupakan bagian dari program TNI AD Manunggal Air, sebuah inisiatif Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) untuk memperluas akses air bersih bagi masyarakat di daerah yang rawan kekeringan maupun krisis air.
Baca juga: TNI Manunggal Air bangun pompa hidran di Kelopo Sawit Girikerto Sleman
Baca juga: Kasad resmikan 10 pompa hidram di Kabupaten Timor Tengah Selatan
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































