Medan (ANTARA) - Satgas Penanggulangan Bencana Alam Kodam I/Bukit Barisan (BB) mengintensifkan pelayanan kesehatan kepada warga yang terdampak di dua kabupaten, Sumatera Utara.
"Pelayanan kesehatan itu dilakukan di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Tapanuli Tengah," ujar Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap di Medan, Sabtu.
Asrul mengatakan pelayanan kesehatan tersebut dilaksanakan melalui posko dan tim "mobile" yang disiagakan di sejumlah lokasi pengungsian dan pemukiman warga.
Lebih lanjut, tim medis TNI AD memberikan pemeriksaan kesehatan, pengobatan gratis, serta penyaluran obat-obatan sesuai hasil pemeriksaan medis, baik di tenda pengungsian maupun langsung ke rumah-rumah warga terdampak bencana.
"Dalam pelaksanaannya, Satgas Gulbencal mengerahkan puluhan personel kesehatan yang terdiri dari dokter dan tenaga pendukung" ucapnya.
Ditambah dengan adanya perlengkapan lapangan seperti, tenda pelayanan kesehatan, alat pemeriksaan dasar, peralatan P3K, hingga bekal obat-obatan yang dinyatakan dalam kondisi mencukupi.
"Pelayanan diprioritaskan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat dengan keluhan kesehatan pasca-bencana," katanya.
Pihaknya menyatakan berdasarkan data posko kesehatan, tidak terdapat korban meninggal maupun pasien sakit berat selama kegiatan berlangsung.
Namun, sejumlah warga tercatat mengalami keluhan kesehatan ringan, seperti infeksi saluran pernapasan, nyeri otot, gangguan pencernaan, batuk-pilek, serta penyakit kulit akibat kondisi lingkungan pasca-bencana, dan seluruhnya telah ditangani oleh tim medis di lapangan tanpa perlu rujukan.
Kapendam menegaskan kehadiran pelayanan kesehatan Satgas Gulbencal merupakan wujud kepedulian TNI AD dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
Kodam I/BB berkomitmen untuk terus mendampingi warga melalui layanan kesehatan hingga kondisi masyarakat dan wilayah terdampak kembali pulih secara bertahap.
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































