Kia jaga presisi kendaraan lewat pengukuran di 1.000 titik

1 week ago 24

Jakarta (ANTARA) - Kia mengandalkan fasilitas Digital Measuring Center (DMC) di Namyang Research and Development Center, Korea Selatan untuk memastikan presisi kendaraan dengan mengukur hingga 1.000 titik pada struktur bodi berdasarkan sekitar 600 kriteria kualitas. 

Dikutip dari rilis pers, Selasa, fasilitas tersebut digunakan untuk memeriksa kualitas eksterior, kebisingan, getaran dan kekasaran atau Noise, Vibration, and Harshness (NVH), kekedapan terhadap air, serta fungsi dan kelayakan perakitan.

Pengukuran dilakukan sejak kendaraan masih dalam tahap pengembangan untuk mendeteksi perbedaan ukuran, celah antarkomponen, hingga perubahan bentuk yang sulit terlihat secara langsung.

Baca juga: Penjualan global Kia periode Januari-Juli 2026 capai 1,9 juta unit

Pemeriksaan struktur dasar kendaraan menggunakan Coordinate Measuring Machine (CMM) dengan sensor kontak berpresisi tinggi untuk membaca koordinat tiga dimensi pada titik-titik yang telah ditentukan. Data tersebut digunakan untuk mengevaluasi kesesuaian posisi dan kesejajaran komponen.

Untuk komponen bergerak seperti pintu dan liftgate, DMC menggunakan pemindai optik 3D yang terpasang pada lengan robot. Sementara itu, kamera berkecepatan tinggi dan sejumlah sensor dapat menangkap hingga 500 data pengukuran per detik saat komponen dibuka dan ditutup.

Seluruh hasil pengukuran kemudian terhubung ke pusat data yang menggabungkan informasi dari berbagai tahap pengembangan, sistem, dan pemasok. Data tersebut digunakan insinyur untuk menemukan sumber penyimpangan dan menentukan perbaikan.

Baca juga: Hyundai, Kia jual lebih 100.000 kendaraan listrik di Eropa semester I

DMC juga menggunakan algoritma DATA-FIT untuk mencari konfigurasi perakitan optimal dalam ruang virtual serta DATA-AUDIT untuk mengidentifikasi kemungkinan sumber penyimpangan dan memberikan rekomendasi perbaikan.

VP Operations Kia Sales Indonesia Harry Yanto mengatakan proses pengukuran tersebut menjadi bagian dari upaya membangun standar kualitas kendaraan sejak tahap pengembangan hingga produksi.

“Bagi konsumen, seluruh proses tersebut memang tidak terlihat, tetapi hasilnya dapat dirasakan melalui kerapian, kenyamanan, dan fungsi kendaraan saat digunakan sehari-hari,” ujar Harry.

Baca juga: KIA New Seltos andalkan platform K3, begini rasa berkendaranya

DMC selanjutnya berencana memanfaatkan data yang telah terkumpul untuk membangun infrastruktur berbasis kecerdasan buatan guna mendukung pengembangan kendaraan generasi berikutnya.

Teknologi pengukuran tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan lini kendaraan global Kia yang dipasarkan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Baca juga: KIA Indonesia ungkap kendaraannya aman konsumsi B50

Pewarta:
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |