Khawatir longsor susulan, warga Padarincang Serang mengungsi

1 month ago 23

Serang (ANTARA) - Sejumlah warga Kampung Cibodas, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten, mulai mengungsi ke tempat yang lebih aman pada Selasa sore akibat ancaman longsor susulan yang masih tinggi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, di Serang, Selasa, mengatakan keputusan warga untuk mengungsi didasari hasil kaji cepat petugas di lapangan yang menemukan kondisi tanah di lokasi kejadian masih labil.

"Hasil kaji cepat di titik longsor, kondisi longsoran masih labil dan sesekali terjadi pergerakan tanah. Warga yang khawatir mulai mengungsi ke lokasi evakuasi sementara di madrasah setempat sejak pukul 16.30 WIB," katanya.

Ajat menjelaskan meskipun cuaca di lokasi kejadian terpantau cerah berawan, estimasi tingkat ancaman berada pada level sedang hingga tinggi karena struktur tanah di lereng perbukitan Gunung Kaupas tersebut masih bergerak.

Merespons kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Serang telah menetapkan status Siaga Darurat Potensi Longsor Susulan dan menerjunkan dua tim khusus ke lokasi bencana untuk penanganan darurat.

Tim pertama bertugas melakukan pendataan dan menenangkan warga agar tidak panik, sedangkan tim kedua fokus pada sosialisasi kewaspadaan serta menyiapkan titik kumpul evakuasi yang aman.

"Terkait kebutuhan pengungsi, beberapa logistik mendesak yang diperlukan saat ini antara lain penerangan di lokasi pengungsian, alas tidur, makanan siap saji, dan perlengkapan evakuasi lainnya," katanya.

Pihaknya terus melakukan pemantauan berkala dan mengimbau masyarakat di sekitar lokasi untuk meningkatkan kewaspadaan serta menghindari area rawan longsor demi keselamatan bersama.

Baca juga: Polda Riau turunkan alat berat pembersihan material banjir di Agam

Baca juga: SAR gabungan lakukan pencarian sejumlah korban Longsor di Jatinangor

Baca juga: Longsor Gunung Kaupas, BPBD Serang terjunkan tim kaji cepat

Pewarta: Desi Purnama Sari
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |