Medan (ANTARA) - Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin mengatakan Sumatra merupakan simpul perdagangan, dan rumah bagi kekayaan sumber daya luar biasa yang berada di gerbang barat Indonesia.
"Selama ini, kekuatan daerah termasuk Sumatra sering berjalan sendiri. Potensi besar yang dimiliki belum sepenuhnya terhubung menjadi kekuatan bersama," ujar Najamudin dalam acara Halal Bi Halal Akbar Masyatakat Melayu Indonesia 2026 di Medan, Sumatera Utara, Minggu.
Ia melanjutkan tantangan konektivitas yang
belum optimal, integrasi ekonomi antar wilayah yang masih terbatas, serta pembangunan yang masih berjalan secara sektoral.
Oleh karena itu, dalam forum Anggota DPD RI Sub Wilayah Barat I, pihaknya mendorong sebuah gagasan besar yakni Sumatra "Economic Corridor".
"Hal itu bukan sekadar konsep pembangunan, tapi pendekatan baru dalam pembangunan Sumatra yang harus dilihat sebagai satu kawasan yang terintegrasi, bukan sekadar kumpulan provinsi," ucapnya.
Baca juga: DPD RI dorong revisi UU perlindungan konsumen hadapi ekonomi digital
Baca juga: DPD RI dorong peran masyarakat adat dalam investasi di Teluk Bintuni
Melalui konsep tersebut, pihaknya menginginkan menghubungkan potensi ekonomi lintas wilayah, memperkuat konektivitas infrastruktur dan logistik, mengintegrasikan sektor unggulan, serta membangun kolaborasi nyata antara pusat dan daerah.
"Sumatra harus bergerak sebagai satu kesatuan sebagai koridor utara, tengah, selatan, hingga Maritim. Semuanya saling terhubung, saling menguatkan," ucapnya.
DPD RI tidak hanya hadir sebagai lembaga
representasi daerah tapi sebagai penghubung aspirasi daerah dengan pusat, fasilitator koordinasi lintas provinsi, serta pengawal arah kebijakan pembangunan wilayah.
Dengan kata lain, DPD RI harus menjadi poros yang menyatukan kepentingan daerah dalam satu arah pembangunan nasional.
"Saya melihat, masyarakat Melayu memiliki posisi strategis dalam hal ini karena Melayu bukan sekadar identitas budaya, tetapi juga ruh peradaban yang mengajarkan keseimbangan, kebersamaan, dan kebijaksanaan," tuturnya.
Ia menambahkan, halal bi halal menjadi momentum yang seharusnya tidak berhenti pada silaturahmi, tapi harus menjadi titik awal untuk memperkuat sinergi.
Baca juga: DPD: Penguatan ekosistem pembangunan desa wujudkan pertumbuhan ekonomi
Baca juga: Ketua DPD dan pakar global bahas transportasi perkotaan di forum UNEP Brasil
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































