Jakarta (ANTARA) - Harga mobil bekas di Amerika Serikat kembali mengalami kenaikan dan mencapai level tertinggi sejak pertengahan 2023, seiring meningkatnya permintaan serta terbatasnya pasokan di pasar.
Dilansir dari Carscoops pada Minggu, laporan Cox Automotive menunjukkan indeks Manheim Used Vehicle Value Index naik ke angka 215,3 pada Maret 2026. Angka tersebut meningkat 6,2 persen secara tahunan dan 1,4 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kenaikan ini tergolong tidak biasa, mengingat bulan Maret umumnya menjadi periode stabil bagi harga kendaraan bekas.
Data tersebut menggambarkan harga grosir, yakni harga antardealer di lelang, yang biasanya lebih rendah dibandingkan harga yang dibayar konsumen di tingkat ritel.
Cox Automotive mencatat, rata-rata harga mobil bekas berada di kisaran 25.287 dolar AS (Rp432 juta) per Februari, jauh lebih rendah dibandingkan mobil baru yang mencapai lebih dari 49.100 dolar AS (Rp839 juta). Selisih harga ini terus mendorong konsumen beralih ke pasar kendaraan bekas.
Baca juga: Harga BBM naik imbas perang Timteng, EV bekas jadi buruan di Eropa
Permintaan yang tinggi turut dipicu oleh pengembalian pajak yang lebih besar di awal tahun. Tingkat konversi penjualan kendaraan dilelang mencapai 68,2 persen atau lebih tinggi dari rata-rata historis, yang menunjukkan tingginya persaingan antardealer dalam memperoleh stok kendaraan.
Di sisi lain, pasokan kendaraan bekas masih tergolong terbatas. Stok di tingkat grosir hanya mencukupi sekitar 24,5 hari, sementara inventaris di tingkat ritel turun di bawah 40 hari. Kondisi ini diperparah oleh menurunnya penjualan mobil baru yang berdampak pada berkurangnya jumlah kendaraan tukar tambah.
Selain itu, jumlah kendaraan dari armada rental meningkat 7,5 persen secara tahunan, yang turut memengaruhi dinamika pasar di berbagai segmen.
Kenaikan harga juga terlihat pada segmen kendaraan listrik. Indeks kendaraan listrik naik 7,9 persen secara tahunan dan 3,7 persen dibandingkan Februari, melampaui kenaikan pada kendaraan berbahan bakar bensin.
Baca juga: Harga Tesla bekas melonjak dibandingkan mobil EV lainnya
Peningkatan harga bahan bakar, yang kini berada di atas 4 dolar AS (Rp68 ribu) per galon, mendorong sebagian konsumen beralih ke kendaraan listrik.
Kendaraan mewah menjadi segmen yang mencatat kenaikan paling signifikan, sementara mobil kompak dan truk mengalami pertumbuhan yang lebih lambat. Meski demikian, seluruh segmen kendaraan bekas menunjukkan tren kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala ekonom Cox Automotive Jeremy Robb mengatakan harga kendaraan bekas diperkirakan akan tetap stabil menjelang musim panas, didukung oleh permintaan yang masih kuat.
“Seiring memasuki musim panas, kami memperkirakan nilai kendaraan bekas akan tetap bertahan, dengan masih banyak konsumen yang belum mengajukan pengembalian pajak tahun ini,” ujar Robb.
Ia menambahkan, meski konflik geopolitik di Timur Tengah berpotensi memengaruhi sentimen konsumen, data saat ini menunjukkan daya tahan ekonomi masih cukup kuat.
Cox Automotive memperkirakan penjualan mobil bekas pada 2026 mencapai 20,4 juta unit, meski angka tersebut diproyeksikan turun sekitar 1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga: Simak kembali warta soal harga mobil bekas, risiko terapi dermaroller
Baca juga: Deretan mobil bekas tahun muda, harga di bawah Rp100 juta
Baca juga: Pasar mobil bekas marak di Mesir tatkala harga mobil baru meroket
Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026


















































