Istanbul (ANTARA) - Wakil Presiden Iran Mohammad Reza Aref, Minggu (12/4), menegaskan bahwa Teheran akan tetap teguh dalam mempertahankan hak-haknya “mulai dari Selat Hormuz hingga menuntut kompensasi,” usai perundingan dengan Amerika Serikat (AS) di Islamabad, Pakistan, Sabtu (11/4).
Aref menyoroti persatuan nasional, dengan merujuk pada apa yang ia sebut sebagai meningkatnya kohesi dalam masyarakat, serta menyatakan bahwa pemerintah memandang persatuan tersebut sebagai landasan untuk memajukan kepentingan negara.
“Dari kekuatan di Selat Hormuz hingga menuntut kompensasi, kami tetap teguh pada hak-hak rakyat. Ini adalah komitmen kami untuk Iran yang kuat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Iran tetap berkomitmen untuk melindungi hak-haknya sambil melanjutkan upaya di jalur diplomatik dan nasional.
Delegasi Iran dan AS mengakhiri putaran terbaru perundingan di Islamabad tanpa mencapai kesepakatan.
Negosiasi yang dimediasi oleh Pakistan tersebut berlangsung melalui beberapa putaran diskusi dan pertukaran usulan, namun jalannya perundingan belum menghasilkan adanya terobosan.
Kedua pihak meninggalkan Islamabad dengan sejumlah perbedaan utama yang belum terselesaikan, seraya memberi sinyal bahwa upaya diplomatik lanjutan masih diperlukan.
Perundingan tersebut merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk mengakhiri penyerbuan AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari, di bawah gencatan senjata dua pekan yang rapuh dan dimediasi pada awal pekan ini.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Serangan AS-Israel rusak 140 situs budaya Iran
Baca juga: Iran batasi 12 kapal per hari di Selat Hormuz, biaya 2 juta dolar AS
Penerjemah: Primayanti
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































