Jakarta (ANTARA) -
Dokter herbal dan anggota Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) dr. Nadia Bunga Anggraini mengatakan kesehatan tulang, sendi, dan otot menjadi faktor penting agar seseorang tetap mandiri dan produktif di usia dewasa hingga lanjut.
Menurut Nadia, tubuh yang terjaga memungkinkan seseorang tetap melakukan aktivitas sehari-hari tanpa bergantung pada bantuan orang lain. Kemandirian fisik, kata dia, sering kali baru disadari ketika fungsi tubuh mulai menurun.
“Kalau di usia lanjut untuk mengangkat barang sederhana saja harus minta bantuan, itu menandakan kesehatan otot dan sendi tidak dijaga sejak awal,” ujar Nadia dalam acara konferensi pers “Etawalin bersama Maia Estianty Ajak masyarakat Indonesia untuk #LebihKuatKejarSehat" di Jakarta, Selasa.
Ia menekankan bahwa perawatan tubuh tidak seharusnya dilakukan hanya saat nyeri muncul. Pencegahan perlu menjadi kebiasaan yang dilakukan secara rutin sebagai bagian dari gaya hidup.
“Banyak orang baru mulai peduli ketika lutut sudah sakit. Padahal yang paling penting itu perawatannya sebelum keluhan datang,” katanya.
Baca juga: Dokter sebut CKG mampu tingkatkan kesadaran hidup sehat masyarakat
Dalam menjaga daya tahan tubuh dan kebugaran, Nadia menjelaskan bahwa bahan alami dan pangan fungsional memiliki peran saling melengkapi. Menurutnya, herbal tidak bisa dibandingkan secara sederhana karena setiap bahan memiliki karakter dan fungsi yang berbeda.
“Herbal itu tidak bekerja satu zat saja. Di dalamnya ada banyak senyawa aktif yang saling mendukung, berbeda dengan obat kimia yang biasanya hanya punya satu fungsi utama,” ujar Nadia.
Ia menambahkan, susu kambing etawa termasuk pangan fungsional yang tidak hanya mengandung senyawa aktif, tetapi juga nutrisi seperti protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk aktivitas sehari-hari. Kandungan tersebut dinilai dapat mendukung kebutuhan energi dan pemulihan tubuh, terutama bagi orang dewasa yang tetap aktif bergerak.
Nadia juga mengingatkan bahwa konsumsi bahan alami sebaiknya dilakukan secara rutin dalam kondisi sehat, bukan hanya saat tubuh sedang bermasalah.
“Herbal dan pangan fungsional itu diminum sebagai bagian dari hidup sehari-hari. Saat tubuh sedang fit, cukup secukupnya. Kalau sedang tidak fit, porsinya bisa disesuaikan,” katanya.
Selain asupan, ia menekankan pentingnya aktivitas fisik dan kebiasaan hidup seimbang agar tubuh tetap kuat dan produktif. Menurut Nadia, tujuan akhirnya adalah menjaga kualitas hidup agar seseorang tetap bisa bergerak bebas dan mandiri hingga usia lanjut.
Baca juga: Lima kebiasaan yang mempengaruhi kesehatan metabolisme
Baca juga: Masuki usia 50 Tahun, Maia Estianty lebih sadar jaga kesehatan tubuh
Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































