Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu memanen 1.500 ekor ikan kerapu cantang dan wilayah tersebut akan menjadi lumbung pangan bagi Provinsi DKI Jakarta, terutama pangan yang berbasis hasil laut.
Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan mendukung upaya menjaga ketahanan pangan dan menghasilkan produk perikanan secara berkelanjutan serta berkualitas untuk masyarakat.
"Pemprov DKI Jakarta berencana mengembangkan Kepulauan Seribu sebagai lumbung pangan, karena kaya akan hasil laut seperti ikan, rumput laut dan lainnya," kata dia usai panen ikan 1.500 ekor kerapu cantang di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan bahwa Kabupaten Kepulauan Seribu terus berupaya mendorong ketahanan dan keamanan pangan dengan kolaborasi semacam ini
Fadjar menilai kegiatan hari ini tidak hanya panen ikan tapi juga kembali menebar benih ikan kerapu cantang sebanyak 3.000 ekor.
Baca juga: Baznas tingkatkan taraf hidup nelayan melalui "Senyum Teluk Jakarta"
Ia berharap kolam ini dapat terus berproduksi dan hasilnya dapat bermanfaat untuk masyarakat Kepulauan Seribu.
Menurut dia, program seperti ini dapat terus berkelanjutan, bahkan dapat menyeluruh di semua kelompok nelayan.
"Insya Allah kegiatan kebaikan ini selalu mendapatkan berkah dan bermanfaat untuk masyarakat kita," tuturnya.
Ketua Baznas-Bazis DKI Jakarta, Ahmad Abubakar mengatakan, pihaknya bersama Pemkab Kepulauan Seribu menjalankan Program Pengembangan Budi Daya Ikan Laut Konsumsi (Senyum Teluk Jakarta) berupa budidaya ikan kerapu cantang dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dan ekonomi biru.
Baca juga: Baznas DKI panen setengah ton Kerapu Cantang di Kepulauan Seribu
Ia menyebutkan, intervensi budidaya ini disasar untuk lima kelompok nelayan di Kepulauan Seribu. Yakni tiga kelompok di Pulau Tidung dan dua di Pulau Kelapa, dengan jumlah total nelayan sebanyak lima puluh orang.
"Bantuan telah diberikan kepada kelompok tersebut sejak tahun lalu, sebanyak 24.000 ekor benih ikan kerapu cantang dan 28.000 kilogram pakan ikan," katanya.
Abu menjelaskan, program ini telah menghasilkan peningkatan pendapatan tertinggi nelayan hingga mencapai Rp6.820.000 per bulan per orang atau per anggota nelayan.
Karena itu, program ini juga akan terus berlanjut dan menyasar lebih banyak kelompok pembudidaya ikan di Kepulauan Seribu.
"Program ini bukti nyata, Baznas bukan hanya menerima bantuan tetapi mampu memproduksi hasil laut yang dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pesisir," kata dia.
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































