Kepala BRIN minta Umsura perkuat hilirisasi hasil riset

1 day ago 4

Surabaya (ANTARA) - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Arif Satria meminta Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) memperkuat hilirisasi hasil riset melalui kolaborasi dengan industri agar penelitian menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Karena itu, perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi mampu menghadirkan inovasi yang berdampak bagi industri dan masyarakat," kata Arif Satria saat berkunjung ke Umsura di Surabaya, Sabtu.

Arif mengatakan Indonesia perlu bertransformasi menuju innovation-driven economy, yakni pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada riset, inovasi, teknologi, dan kualitas sumber daya manusia.

Menurut dia, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan inovasi yang mampu meningkatkan daya saing nasional.

Ia menilai tantangan terbesar riset di Indonesia saat ini bukan menghasilkan penelitian, melainkan menjembatani kesenjangan antara laboratorium dan dunia industri agar hasil penelitian dapat dihilirisasi menjadi produk, teknologi, maupun bisnis yang dimanfaatkan masyarakat.

"Sehingga itu diperlukan kolaborasi yang lebih kuat antara kampus, industri, pemerintah, dan dunia usaha," ujarnya.

Baca juga: BRIN: Rumah Inovasi Daerah bangun ekosistem riset-inovasi berdampak

Untuk mendukung upaya tersebut, BRIN menyediakan sejumlah skema pendanaan yang dapat diakses perguruan tinggi, antara lain Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM), Program Riset Inovasi Strategis (PRIS), Matching Fund RIIM Startup, alih teknologi, hingga hilirisasi inovasi.

"Semua skema tersebut diarahkan agar riset menghasilkan solusi nyata bagi pangan, energi, kesehatan, industri, hingga ketahanan sosial," tegasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) Prof Mundakir mengatakan penguatan ekosistem riset menjadi salah satu fokus utama kampus.

Selama dua tahun terakhir, Umsura mencatat peningkatan hibah penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pendanaan riset melalui berbagai skema kompetitif nasional.

Menurut Mundakir, hibah penelitian meningkat dari 56 judul menjadi 66 judul pada periode 2025–2026.

Secara keseluruhan, hibah penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diperoleh Umsura mencapai 248 judul pada 2025 dan 111 judul pada 2026 sesuai periode pendanaan yang berjalan.

Ia juga menyampaikan Umsura meraih penghargaan Silver Winner kategori penelitian dan Gold Winner kategori pengabdian kepada masyarakat pada BIMA Award 2025. Selain itu, kampus tersebut masuk 10 besar perguruan tinggi penerima Grant RIIM periode 2022–2023.

"Sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional diperlukan agar hasil-hasil penelitian tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi mampu menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pembangunan nasional," katanya.

Mundakir menambahkan Umsura memperoleh pendanaan melalui 15 proposal RIIM Kompetisi pada 2023, kemudian dua proposal pada 2025 dan meningkat menjadi tiga proposal pada 2026.

Capaian itu, menurut dia, menunjukkan keberlanjutan kualitas riset yang dikembangkan sivitas akademika.

Ia berharap kunjungan Kepala BRIN menjadi momentum memperkuat kemitraan strategis dalam pengembangan riset, inovasi, dan hilirisasi hasil penelitian sehingga kontribusi perguruan tinggi terhadap penyelesaian berbagai persoalan bangsa semakin nyata.

Baca juga: Guru Besar Umsura soroti meningkatnya ancaman psikososial di masyarakat

Baca juga: BRIN buka program magang riset bagi mahasiswa, daftar hingga 17 Juli

Pewarta: Willi Irawan
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |