Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertahanan RI membahas peluang kerja sama dengan Kementerian Pertahanan Sudan di bidang ketahanan pangan untuk memberikan manfaat bagi kedua negara.
Kepala Biro Humas dan Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait usai mendampingi pertemuan Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dengan Menhan Sudan Letjen Hassan Daoud Kabroun Kayan di Kantor Kemhan RI, Jakarta, Rabu, mengatakan kedua pihak membahas sejumlah peluang kerja sama.
"Salah satu hal yang menarik yang juga dibicarakan adalah peluang kerja sama di bidang ketahanan pangan," kata Rico.
Dalam pertemuan tersebut, Sudan menyampaikan potensi yang dimiliki, antara lain lahan pertanian yang luas dan subur serta sektor peternakan yang cukup besar.
"Potensi tersebut ditawarkan untuk dapat dijajaki bersama, khususnya Indonesia dalam mendukung ketahanan pangan yang sedang kita lakukan," ujarnya.
Baca juga: Sudan ingin kembali kirim personel militer belajar di Indonesia
Menurut Rico, tawaran tersebut menjadi peluang yang menarik untuk dikaji lebih lanjut, terutama kemungkinan kolaborasi yang memberikan manfaat timbal balik bagi kedua negara.
"Bagi Indonesia tentunya ini peluang yang cukup menarik dipelajari lebih lanjut, khususnya Kementerian Pertanian nantinya, terutama kemungkinan kolaborasi yang memberi manfaat timbal balik di kedua negara," katanya.
Selain ketahanan pangan, kedua pihak membahas peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pendidikan dan pelatihan, pertukaran personel dan kadet, serta pengembangan kerja sama antarlembaga pendidikan pertahanan.
Sudan juga menyampaikan keinginan membuka kembali kesempatan bagi personelnya mengikuti pendidikan di Indonesia, termasuk melalui dukungan pemerintah.
Kedua negara juga melihat potensi hubungan ekonomi dan kerja sama yang lebih luas. Sudan menyampaikan posisi strategis serta kedekatannya dengan berbagai negara di Afrika sebagai peluang memperluas hubungan Indonesia dengan kawasan tersebut.
Baca juga: Baznas RI jalin kerja sama bantuan kemanusiaan dengan Dubes Sudan
Rico mengatakan seluruh peluang kerja sama akan dibahas dan dikaji lebih lanjut melalui mekanisme serta kementerian/lembaga terkait, termasuk kemungkinan dituangkan dalam bentuk pengaturan kerja sama operasional pertahanan.
"Di bidang pertahanan sendiri, Sudan juga menyampaikan usulan kerja sama, dan Indonesia menyambut positif keinginan tersebut," ujarnya.
Ia menekankan implementasi kerja sama akan dilakukan secara bertahap dan terukur. Saat ini, Indonesia dan Sudan belum memiliki dokumen formal kerja sama pertahanan bilateral sehingga masih dalam proses penyusunan.
"Ini masih disusun, sehingga aspek kelembagaan dan kerangka kerja samanya akan dibicarakan lebih lanjut," katanya.
Baca juga: Sudan buka peluang kerja sama bisnis dan pendidikan dengan Indonesia
Di sisi lain, Rico mengatakan Indonesia terus mencermati perkembangan keamanan dan kondisi kemanusiaan di Sudan serta berharap perdamaian, keamanan, dan stabilitas segera terwujud.
Menurut dia, keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Sudan juga menjadi perhatian Indonesia yang selama ini menunjukkan kepedulian melalui berbagai bantuan kemanusiaan.
"Jadi, semangat pertemuan hari ini adalah membuka peluang dan membangun kerja sama yang produktif. Tidak hanya dalam konteks pertahanan, tetapi juga melihat potensi yang dapat mendukung kepentingan kedua negara, termasuk pendidikan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia," kata Rico.
Ia menambahkan hasil pertemuan akan ditindaklanjuti pada tingkat teknis melalui kelompok kerja untuk memetakan peluang kerja sama secara konkret dan melaksanakannya sesuai dengan kepentingan nasional kedua negara.
Baca juga: Sudan dorong kemitraan strategis dengan Indonesia
Baca juga: RI-Sudan kolaborasi perkuat awasi obat-makanan, bidik produk halal
Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































