Kementrans salurkan bantuan tenda hingga alat dapur untuk warga Aceh

1 week ago 6
13 paket bantuan dibagikan untuk warga di Kabupaten Aceh Utara, sementara sisanya untuk masyarakat di Kabupaten Bener Meriah

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) mengirimkan 17 paket bantuan yang terdiri dari tenda darurat, perlengkapan dapur umum, hingga alat kebersihan, untuk masyarakat di kawasan transmigrasi dan eks lokasi transmigrasi yang terdampak bencana alam di Provinsi Aceh.

Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PPKTrans) Kementrans M. Sigit Mustofa Nurudin menyatakan sebanyak 13 paket bantuan dibagikan untuk warga di Kabupaten Aceh Utara, sementara sisanya diberikan untuk masyarakat di Kabupaten Bener Meriah.

“Semoga masyarakat di kawasan transmigrasi tetap semangat dan dapat segera kembali beraktivitas seperti semula. Kami berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dengan kemampuan yang ada,” ujar M. Sigit Mustofa Nurudin dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu.

Ia menuturkan warga belum dapat beraktivitas secara normal di beberapa kawasan transmigrasi dan eks lokasi transmigrasi karena kerusakan permukiman serta keterbatasan sarana kebutuhan dasar.

Masyarakat di sejumlah wilayah di Kabupaten Bener Meriah, terutama di kawasan Pintu Rime Gayo dan Samar Kilang, masih sangat bergantung pada bantuan logistik dan dapur umum.

Sedangkan di Kabupaten Aceh Utara, khususnya kawasan Cot Girek, banyak keluarga masih membutuhkan tempat tinggal sementara karena sebagian permukiman belum sepenuhnya aman untuk dihuni. Mereka juga memerlukan fasilitas memasak untuk memenuhi kebutuhan pangan harian.

Oleh karena itu, untuk mendukung operasional dapur umum di titik-titik permukiman terdampak, Kementrans menyalurkan 17 paket bantuan alat masak hingga tenda darurat tersebut.

Sebelumnya, pada Desember 2025, kementerian tersebut juga telah menyalurkan bantuan berupa sembako, obat-obatan dan perlengkapan dapur umum melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kementerian Transmigrasi tetap berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat transmigrasi terdampak bencana serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dalam rangka pemulihan kawasan transmigrasi secara berkelanjutan,” kata Sigit.

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Provinsi Aceh per 23 Januari 2026, tercatat sekitar 5.700 kepala keluarga (KK) atau 9.453 jiwa terdampak bencana di kawasan transmigrasi dan eks lokasi transmigrasi di Aceh.

Enam kawasan transmigrasi dengan total 94 eks lokasi transmigrasi di sembilan kabupaten di Aceh terdampak oleh banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025.

Baca juga: Kementrans terima permohonan transmigrasi lokal 60 KK di Sumbar

Baca juga: Wamentrans dorong produk transmigrasi bisa tembus pasar global

Baca juga: Kementrans kucurkan bantuan Rp100 juta untuk petani Telang Rejo, Sumsel

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |