Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan PT Hutama Karya (HK) terus mempercepat perbaikan puluhan titik jalan yang amblas atau terban, akibat bencana longsor dan banjir di Jalan Lintas Sumatera sebagai penghubung tiga daerah di Sumatera Utara (Sumut) itu.
“Perbaikan ini di jalan lintas yang menghubungkan Kabupaten Tapanuli Utara dengan Kabupaten Tapanuli Tengah serta Kotamadya Sibolga, Sumatera Utara," kata Pelaksana Lapangan PT Hutama Karya, Welliham Sinaga di Tapanuli Utara, Jumat.
Ia menyebutkan ada dua ruas jalan yang tengah diperbaiki agar jalur sepanjang puluhan kilometer ini ini kembali normal.
Perbaikan di ruas pertama adalah jalan yang menghubungkan Kabupaten Tapanuli Utara dengan Tapanuli Tengah sepanjang 36 kilometer (km).
Kemudian, ruas kedua Jalan Lintas Sumatera yang menghubungkan Kabupaten Tapanuli Tengah dengan Kota Sibolga dengan sepanjang 21 km.
Baca juga: Gubernur: Pemerintah upayakan percepatan pemulihan infrastruktur rusak
Saat ini pengerjaan pertama dilakukan di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara sepanjang 60 meter yang berlokasi sekitar delapan jam perjalanan darat dari Kota Medan.
Menurut dia, saat ini dikerahkan alat berat yang bekerja menimbun jalan dari atas dan yang bekerja untuk mengeruk bekas longsor jalan terban yang menimpa sawah masyarakat.
“Kami terus bekerja dan jika di sini selesai maka akan pindah ke titik yang lain,” katanya.
Ia mengatakan ini merupakan pekerjaan permulaan yang dilakukan untuk memperbaiki konstruksi jalan yang ada di lokasi tersebut agar kembali normal.
Menurut dia, pengerjaan ini memang membutuhkan waktu karena mengembalikan kondisi jalan seperti sediakala.
Baca juga: Jalan lintas Sumatera di Sijunjung macet parah
“Intinya agar jalan ini dapat dilewati kendaraan secara normal,” kata dia.
Saat ini lokasi tersebut dilakukan sistem buka tutup sehingga kendaraan secara bergantian untuk melewati jalan tersebut.
Sepanjang jalan di Kecamatan Adiankoting terdapat puluhan titik jalan terban atau amblas yang memakan bahu jalan.
Jalan tersebut masih terdapat rumah warga yang dihantam longsor dan jalur ini sudah dapat dilalui kendaraan meski ada jalan yang terban.
Kondisi jalan amblas membuat lebar jalan menyempit dan membahayakan bagi pengendara atau warga yang melintas.
Baca juga: Jalur Lintas Sumatera amblas, pengemudi harap berhati-hati
Warga Dolok Nauli, Dumaria Boru Hutagalung menyebutkan jalan ini sangat vital bagi masyarakat dan kondisi saat ini tentu membahayakan.
“Kami berharap jalan ini segera diperbaiki karena kondisi terban berbahaya bagi masyarakat,” kata dia.
Sebelumnya, pemerintah memperkirakan total anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir di Sumatera sekitar Rp50 triliun lebih, untuk seluruh kebutuhan pemulihan, termasuk infrastruktur seperti jalan dan fasilitas umum lainnya.
Sementara itu, ekonom memperkirakan bahwa biaya rekonstruksi pascabanjir di Sumatera berkisar antara Rp50 triliun hingga Rp70 triliun untuk tiga provinsi terdampak yakni Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum menyebut, jalan nasional yang terdampak bencana sudah kembali tersambung dan kini masuk tahap rekonstruksi permanen di sejumlah daerah.
Baca juga: Jalan Lintas Sumatera Kilometer 77 Ambles
Semua ruas jalan dan jembatan nasional yang sebelumnya terputus kini dapat dilalui, meskipun banyak masih dalam perbaikan lanjutan, terutama di wilayah kecamatan dan desa.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga telah mengalokasikan sekitar Rp430 miliar untuk upaya pemulihan pascabanjir (tidak hanya jalan, tetapi seluruh kebutuhan pascabencana).
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































