Kementan: Produksi CPO aman pasok minyak goreng jelang Lebaran

7 hours ago 6
Koordinasi lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Perdagangan dan Satgas Pangan, terus diperkuat guna mencegah potensi hambatan distribusi dari pabrik hingga ke tahap pengemasan,

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan produksi crude palm oil (CPO) nasional dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memasok pembuatan minyak goreng sehingga memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran 2026.

"Produksi dan stok CPO nasional dalam kondisi aman untuk mengantisipasi lonjakan permintaan minyak goreng selama Ramadhan dan jelang Idul Fitri 1447 Hijriah," kata Menurut Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Abdul Roni Angkat di Jakarta, Senin.

Dia menyampaikan, sebagian besar produksi minyak goreng nasional berbasis bahan baku CPO sehingga kecukupan pasokan di tingkat hulu menjadi faktor penentu dalam menjaga stabilitas ketersediaan di pasar, khususnya saat permintaan meningkat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Roni menuturkan, memasuki kuartal pertama 2026, stok dan produksi di tingkat hulu telah disiapkan untuk menghadapi peningkatan kebutuhan yang secara historis naik 10–15 persen selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H.

Baca juga: Mentan Amran: NTP Februari tembus 125,45, rekor baru sektor pertanian,

“Koordinasi lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Perdagangan dan Satgas Pangan, terus diperkuat guna mencegah potensi hambatan distribusi dari pabrik hingga ke tahap ” ujar Roni.

Melalui Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementan menegaskan kekuatan sektor hulu kelapa sawit menjadi fondasi dalam menjaga stabilitas pasokan minyak goreng nasional, sekaligus mendukung kebijakan energi melalui Program Mandatori Biodiesel B40/B50.

Berdasarkan hasil monitoring lapangan serta sinkronisasi data spasial perkebunan, produksi CPO nasional tahun 2026 menunjukkan tren positif di tengah kebijakan pemerintah menjaga keseimbangan alokasi CPO untuk kebutuhan pangan domestik dan energi.

Roni menambahkan, pengaturan ritme pasokan dilakukan secara cermat agar peningkatan kebutuhan biodiesel tidak mengurangi kuota bahan baku minyak goreng, baik curah maupun kemasan (Minyakita).

Baca juga: Kementan: Keberlanjutan dan hilirisasi sawit jadi kunci di tengah isu global

Sistem pemantauan berbasis digital juga dioptimalkan untuk melacak distribusi Tandan Buah Segar (TBS) dari kebun ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS), terutama di sentra produksi seperti Riau, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Utara.

Meski begitu, Roni tidak menyebutkan jumlah produksi COP saat ini secara nasional, namun dia memastikan bahan baku utama pembuatan minyak goreng itu dalam keadaan aman dan mencukupi.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, stabilitas pasokan pangan, khususnya minyak goreng, menjadi prioritas utama pemerintah.

Ia memastikan produksi CPO nasional dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, termasuk menghadapi lonjakan permintaan menjelang hari besar keagamaan.

Baca juga: Kemendag: Harga Referensi CPO naik dipicu permintaan India dan China

"Di saat yang sama, komitmen terhadap program biodiesel tetap berjalan secara terukur dan terkendali,” ujar Mentan.

Berdasarkan rekapitulasi data stok komoditas perkebunan per 31 Januari 2026 menunjukkan posisi cadangan nasional dalam kondisi terkendali.

Pemantauan rutin terhadap stok di tingkat hulu, termasuk kapasitas tangki timbun dan distribusi bahan baku, menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas pasokan.

Menurut Amran, penguatan sektor hulu menjadi fondasi utama dalam menjaga keseimbangan pangan dan energi. Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) terus dipacu guna meningkatkan produktivitas kebun rakyat.

Baca juga: Kejagung kembali geledah puluhan tempat terkait kasus ekspor CPO

“Kunci stabilitas ada pada produktivitas. Melalui PSR dan pendampingan teknis, kita dorong peningkatan hasil panen per hektare agar mampu mengimbangi pertumbuhan kebutuhan industri dan konsumsi domestik,” kata Mentan.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |