Kementan kumpulkan eksportir-perusahaan refinery jaga bisnis sawit

4 hours ago 2
Karena harga CPO di dunia tidak turun, permintaan juga tidak turun, maka tidak ada alasan harga TBS kelapa sawit petani jatuh

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) mengumpulkan eksportir, perusahaan refinery, asosiasi petani dan BUMN pangan guna menjaga stabilitas harga tandan buah segar sawit serta memastikan bisnis sawit nasional tetap berjalan normal.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono di Jakarta, Jumat, mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut rapat sebelumnya untuk merespons keluhan petani sawit terkait turunnya harga pembelian tandan buah segar di berbagai daerah.

"Ini menindaklanjuti rapat yang lalu (Selasa 26/5) yang kita selenggarakan terkait bagaimana kita merespon keluhan dari petani kita di seluruh Indonesia, turunnya harga pembelian tandan buah segar sawit di pabrik kelapa sawit di daerah masing-masing," kata Sudaryono.

Dia menyampaikan, pihaknya mengumpulkan berbagai pihak tersebut untuk menyepakati langkah bersama menjaga stabilitas harga tandan buah segar di tingkat petani dan memastikan aktivitas perdagangan sawit tetap berjalan normal di tengah masa transisi kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Ia menilai kondisi crude palm oil (CPO) di tingkat global dalam kondisi bagus, sehingga tidak ada alasan penurunan harga hingga tingkat petani.

Baca juga: Wamentan tegaskan izin pabrik sawit dicabut bila beli TBS murah

Baca juga: Wamentan Sudaryono pastikan petani dan pelaku usaha sawit terlindungi

Wamentan meminta refinery dan eksportir tetap melakukan transaksi perdagangan sebagaimana mestinya, dengan volume dan harga yang wajar sesuai acuan pasar.

"Karena harga (CPO di ) dunia tidak turun, permintaan juga tidak turun, maka tidak ada alasan harga TBS (kelapa sawit) petani jatuh,” tutur Sudaryono.

Wamentan Sudaryono atau akrab disapa Mas Dar menjelaskan bahwa pemerintah telah mengidentifikasi 139 pabrik kelapa sawit (PKS) membeli TBS di bawah harga ketetapan pemerintah daerah.

Setelah rapat pertama digelar Selasa (26/5) lalu, sebanyak 16 PKS mulai melakukan penyesuaian harga pembelian, namun pemerintah menilai langkah koreksi harus terus diperluas agar harga TBS petani kembali normal.

"Namun masih banyak yang masih belum menyesuaikan harga yang kita tetapkan sehingga perlu dilakukan rapat lanjutan atau rapat susulan berikutnya, yang kemudian (hari ini) kami mengundang lebih banyak stakeholder dari industri sawit kita," ujarnya.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memberi keterangan kepada awak media dalam jumpa pers usai Rapat Hilirisasi Perkebunan di Jakarta, Jumat (29/5/2026). ANTARA/Harianto

Ia menambahkan aktivitas perdagangan sawit nasional harus tetap berjalan normal dan pelaku usaha tetap menjadi penggerak utama rantai pasok industri.

Pemerintah juga meminta seluruh transaksi tetap mengacu pada mekanisme pasar yang berlaku agar stabilitas harga dapat terjaga.

“Refinery dan eksportir tetap menjadi ujung tombak perdagangan sawit nasional," ucapnya.

Ia berharap seluruh transaksi perdagangan tetap berjalan sebagaimana biasa dengan mengacu pada harga lelang PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) serta menghindari praktik withdraw (WD) yang dapat mengganggu pembentukan harga secara wajar.

"Langkah ini penting agar stabilitas harga CPO (crude palm oil) terjaga dan berdampak positif terhadap harga TBS yang diterima petani,” ujar Wamentan.

Adapun rapat koordinasi itu diikuti Badan Pangan Nasional (Bapanas), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), asosiasi petani sawit, perusahaan eksportir, hingga perusahaan refinery, hingga BUMN pangan yakni PT Perkebunan Nusantara, hingga Agrinas Palma.

Baca juga: Wamentan: Perkebunan-industri sawit kuatkan posisi tawar RI di dunia

Baca juga: Wamentan tekankan produktivitas sawit dukung program prioritas

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |