China luncurkan sistem "identitas digital" kelola robot humanoid

3 hours ago 5

Beijing (ANTARA) - China meluncurkan sistem "identitas digital" atau "ID digital" nasional pelopor untuk sektor robot humanoidnya yang berkembang pesat dan mampu memberikan kode identitas 29 digit kepada setiap mesin demi memudahkan pelacakan serta tata kelola yang aman.

Inisiatif ini membentuk kerangka kerja terpadu guna menjamin keselamatan, akuntabilitas, dan tata kelola yang terstandardisasi, yang ditopang oleh platform penting layanan manajemen siklus hidup penuh nasional untuk robot humanoid yang diluncurkan dalam waktu yang sama di Beijing.

Platform yang dipelopori oleh badan standardisasi di bawah Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China ini menjadi tulang punggung operasional bagi spesifikasi regulasi baru yang mengharuskan setiap robot humanoid memiliki kode identitas unik tersebut.

Dikembangkan oleh badan-badan standardisasi nasional terkemuka, identitas digital ini bertindak sebagai "paspor" komprehensif untuk setiap mesin.

Identitas tersebut memungkinkan penelusuran end-to-end sepanjang siklus hidup robot, mulai dari tahap manufaktur dan penjualan, hingga penggunaan sehari-hari dan proses daur ulang akhir.

Kode 29 digit ini disusun secara cermat ke dalam empat segmen, yaitu dua digit kode negara, empat digit kode perusahaan, enam digit kode model produk, dan 17 digit nomor seri. Kombinasi elemen-elemen ini membentuk fondasi sistem penelusuran yang kuat, sehingga memungkinkan identifikasi dan pelacakan yang presisi.

Wakil Presiden China Electronics Standardization Institute Yu Xiuming mengatakan bahwa pemberian kode ini membuat robot tetap dapat dikendalikan di berbagai bidang, industri, dan peran.

Langkah itu dirancang untuk mengatasi masalah inti terkait keselamatan, manajemen, dan tata kelola, yang pada akhirnya mempercepat penerapan praktis robot humanoid.

Peningkatan regulasi ini terjadi pada momen yang krusial. Industri robot humanoid di China sedang mengalami pertumbuhan pesat, dengan volume pengiriman domestik menyumbang porsi dominan dalam total global pada 2025.

Kendati lebih dari 500 perusahaan utama terkonsentrasi di pusat-pusat domestik, ekspansi pesat ini juga memicu kendala pertumbuhan yang ditandai oleh sistem pengodean yang terfragmentasi di kalangan produsen serta batasan tanggung jawab yang tidak jelas.

Standar baru ini memberlakukan aturan ketat "tidak ada kode, tidak ada akses pasar". Semua robot yang dijual atau dioperasikan di dalam negeri wajib terdaftar sesuai regulasi. Produsen kini diwajibkan menarik produknya jika ditemukan cacat umum, sementara perbaikan dan penjualan kembali robot yang sudah tidak terpakai dilarang keras.

Seorang pejabat senior di Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China mengatakan bahwa platform ini menciptakan mekanisme tata kelola siklus tertutup (closed loop).

Mencakup penelitian dan pengembangan (litbang), produksi, pemeliharaan, hingga daur ulang, sistem ini memastikan risiko dapat dicegah dan tanggung jawab dapat ditelusuri dengan jelas hingga ke sumbernya.

Sejak diluncurkan, lebih dari 100 perusahaan telah bergabung dalam skema tersebut dan telah menerbitkan kode siklus hidup penuh untuk lebih dari 28.000 unit robot humanoid dari 200 model produk.

"Globalisasi robot humanoid yang berkualitas tinggi sangat membutuhkan sistem manajemen terstandardisasi dengan aturan yang seragam," kata Yu.

"Inisiatif ini tidak hanya menyediakan landasan teknis untuk pengakuan bersama secara internasional dan sirkulasi lintas perbatasan, tetapi juga memperkuat peran China dalam membentuk standar global dan daya saing di sektor ini," ujarnya.

Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |