Kemensos target Sekolah Rakyat di Deli Serdang selesai Juli 2026

13 hours ago 6

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial menargetkan pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen di Deli Serdang, Sumatera Utara rampung Juli 2026 dan bisa langsung dimanfaatkan untuk kegiatan belajar-mengajar.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan gedung permanen Sekolah Rakyat Deli Serdang memanfaatkan lahan seluas 7,06 hektare dan siap menampung siswa dengan kapasitas sebanyak 1.000 orang.

Ribuan siswa nantinya akan memanfaatkan fasilitas selain asrama, ruang kelas, ruang makan, gedung ibadah, dan fasilitas lain seperti lapangan sepak bola di Sekolah Rakyat yang sedang proses pembangunan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

"Sungguh saya bersyukur karena proses pembangunannya berjalan lancar dan gedung permanen ini nanti akan menampung lebih dari 1.000 siswa SD, SMP, SMA," kata Menteri Sosial Saifullah yang pada saat yang sama meninjau lokasi pembangunan di Tandam Hulu Satu, Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumatera Utara itu.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa ada sebanyak 100 gedung permanen Sekolah Rakyat yang tersebar di beberapa daerah yang saat ini sedang proses pembangunan.

Baca juga: Pemerintah targetkan Sekolah Rakyat di Nagan Raya fungsional Juli 2026

Pemerintah melibatkan sebanyak 500 orang pekerja untuk mempercepat proses pembangunan tersebut di masing-masing lokasi.

"Itu artinya, hari ini sedang bekerja lebih dari 50 ribu pekerja yang sedang bergotong-royong bersama-sama untuk membangun gedung permanen Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Utara Kementerian PU, Kurniawan menambahkan bahwa ada lima gedung permanen Sekolah Rakyat yang sedang dalam proses pembangunan di berbagai wilayah Sumatera Utara seperti, Kota Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tapanuli Selatan, dan Padang Sidempuan.

"Untuk progres secara keseluruhan sudah bagus. Kami menargetkan di tanggal 20 Juli 2026 sesuai arahan Pak Menteri PU, itu mudah-mudahan sudah bisa digunakan," ujarnya.

Baca juga: Kemensos dorong gerakan infak pendidikan putus rantai kemiskinan

Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah (Desil 1-4) dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Program ini dirancang sebagai model pengentasan kemiskinan terpadu karena memadukan berbagai program unggulan pemerintah seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), jaminan kesehatan PBI-JK, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta Program 3 Juta Rumah bagi keluarga siswa penerima manfaat.

Kementerian Sosial sebagai penyelenggara teknis melaporkan saat ini sudah sebanyak 166 titik Sekolah Rakyat Rintisan yang tersebar di 38 provinsi, dengan kapasitas 15.900 siswa, didukung oleh 2.400 guru dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan di jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat.

Baca juga: Gedung permanen tiga Sekolah Rakyat di Kalsel beroperasi Juli 2026

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |