Kemenperin beri pendampingan 24 IKM drone, perkuat daya saing

3 hours ago 2
drone ini sekarang jadi layanan yang begitu penting, yang dipakai oleh industri di bidang pertanian, perkebunan, kehutanan, pertambangan, pembangkit energi, dan berbagai sektor lainnya

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat daya saing industri nasional melalui pendampingan terhadap 24 pengusaha industri kecil menengah (IKM) di sektor teknologi pesawat nirawak atau drone.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam pernyataan di Jakarta, Senin menyatakan upaya ini dilakukan untuk mendorong transformasi teknologi sekaligus memperluas pemanfaatan drone di berbagai sektor industri.

“Pemanfaatan Unmanned Aerial Vehicle melalui drone ini sekarang jadi layanan yang begitu penting, yang dipakai oleh industri di bidang pertanian, perkebunan, kehutanan, pertambangan, pembangkit energi, dan berbagai sektor lainnya yang dapat mengefisiensikan produksi dan pengawasan di lapangan. Teknologi canggih ini dapat menghasilkan pemetaan yang akurat,” kata Menperin.

Ia menyampaikan, drone selama ini banyak dimanfaatkan untuk survei pemetaan yang menyajikan informasi spasial, mulai dari profil wilayah, kondisi demografi, hingga potensi kawasan.

Disampaikan Menperin, pendampingan tersebut dilakukan melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA), yang konsisten memberikan pembinaan guna meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar teknologi drone.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita menyampaikan berbagai program pembinaan telah diberikan, antara lain Startup for Industry (Tech Link – Investment Summit dan pendampingan) pada 2023–2024, pendampingan sertifikasi TKDN 2024, serta fasilitasi SNI ISO 9001 pada 2024.

Selain itu, IKM drone juga difasilitasi mengikuti berbagai pameran dan forum internasional seperti Manufacturing Indonesia Series 2024, TechPlanter bersama Leave a Nest Jepang 2024, Gebyar IKMA 2024, hingga China-BRICS Science and Innovation Incubation Park 2025.

“Tercatat sebanyak 24 industri kecil dan industri menengah yang bergerak di layanan teknologi drone yang terus kami dampingi, baik dari sisi peningkatan kapasitas internal perusahaan, sampai pembukaan akses pasar dan pengembangan produk,” ungkap dia.

Sejumlah IKM binaan Kemenperin telah menunjukkan perkembangan signifikan. PT Inovasi Solusi Transportasi Indonesia, misalnya, memproduksi drone bermerek Frogs Indonesia, mulai dari passenger drone, spray drone, drone pengawas, drone kargo, hingga surveillance mapper drone yang telah digunakan di lebih dari 21 provinsi dan 61 kabupaten/kota.

Selain itu, PT Karya Solusi Angkasa mengembangkan drone untuk sektor pertanian dengan material karbon komposit dan fitur keselamatan darurat.

PT Aerotek Global Inovasi memproduksi Beehive drones yang mampu mengumpulkan data analisis akurat serta digunakan untuk polinasi sawit dan pemadaman kebakaran.

PT Inderaja Teknik Indonesia fokus pada teknologi penginderaan jarak jauh untuk pemetaan udara, bawah air, dan bawah tanah, sementara CV AMX UAV Technologies memproduksi drone untuk videografi, pemetaan wilayah, hingga manajemen pertanian.

Baca juga: Drone pertanian canggih DJI Agras T100 diluncurkan di Indonesia

Baca juga: TMMIN dorong penggunaan drone nol emisi sebagai sarana pengiriman

Baca juga: 12 pekerja Indonesia siap berkarya di industri pesawat Korea Selatan

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |