Kemenpar promosikan wisata tematik edukasi ke pasar Eropa-Afrika

2 months ago 21

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata menyelenggarakan Edutrip Familiarization Trip (Edu Famtrip) yang memperkenalkan dan mempromosikan secara langsung keragaman destinasi unggulan dan produk pariwisata Indonesia khususnya yang bertema edukasi ke pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika.

“Pada pelaksanaan Edu Famtrip ini kami mengusung kampanye #GoBeyondOrdinary, yaitu memperkenalkan pengalaman wisata Indonesia melalui berbagai produk unggulan yang baru dan segar khususnya pada perjalanan edukasi yang menyasar pergerakan perjalanan kaum muda, dengan menonjolkan keunikan budaya, keindahan alam, serta pengalaman wisata yang bersifat eksperiensial," kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Made menjelaskan kegiatan famtrip yang berlangsung mulai 16 sampai 23 November 2025 itu, diikuti sejumlah Travel Agent/Travel Operator (TA/TO) terutama School Trip Organizer ke sejumlah destinasi di Semarang, Magelang, Yogyakarta, Solo, dan Bali.

Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari keikutsertaan Indonesia dalam kegiatan bursa pariwisata dengan tema edutrip "The World Youth Student Travel Conference 2025" di Lisbon pada 23-26 September 2025.

Baca juga: Kecerdasan buatan MaiA permudah wisatawan rencanakan perjalanan

Adapun mitra industri pariwisata Indonesia yang turut berkolaborasi dalam penyediaan land arrangement pada edu famtrip ini antara lain Wisata Sekolah Indonesia dan PACTO DMC yang merupakan anggota dari WYSE Travel Confederation.

Selama perjalanan para peserta diajak mengenal dan merasakan langsung pengalaman berkualitas destinasi wisata sejarah, kultural, hingga kebugaran yang memiliki muatan edukasi dan eksperimental.

Pelaksanaan edu famtrip dimulai ketika para peserta tiba di Jakarta dan beristirahat di Sheraton Jakarta Soekarno-Hatta sebelum terbang ke Semarang di keesokan harinya.

Beberapa kegiatan yang diikuti di antaranya setibanya di Semarang para peserta melakukan walking tour kota lama Semarang dan mendapatkan penjelasan mengenai sejarah dan cerita di balik gedung-gedung di area tersebut. Setelah makan siang di Restoran Pringsewu, agenda berlanjut ke gedung bersejarah dan terkenal lainnya di kota Semarang yaitu Lawang Sewu yang dimiliki PT. KAI Wisata serta Kuil Sam Po Kong.

Berikutnya mereka pergi ke Museum Kereta Api milik PT. KAI Wisata di Ambarawa dan mendapatkan pengalaman berkendara dengan kereta lokomotif uap yang masih aktif beroperasi dari masa kolonial. Seluruh peserta juga mendapatkan kesempatan eksplorasi agrotourism di Kampoeng Kopi Banaran.

Baca juga: Kemenpar beradaptasi dengan teknologi lewat kehadiran MaiA

Di sini para peserta diajak keliling ke kebun kopi dan mencicipi kopi yang ditanam serta makan siang.

Perjalanan dilanjutkan dengan aktivitas di Karanganyar dengan mengunjungi Rumah Atsiri yang memungkinkan para peserta belajar mengenai tanaman obat dan kelas membuat essential oil. Hari kedua ditutup dengan santap malam di Royal Pringsewu dan beristirahat di Moxy Hotel Solo.

Dilanjutkan ke Solo pada hari ketiga mengunjungi Pura Mangkunegaraan, berlanjut menuju Magelang, di mana para peserta diajak keliling Candi Borobudur dan mendapatkan penjelasan terkait candi sebagai bangunan bersejarah yang masih kokoh dan berpengaruh ke kehidupan masyarakat sekitar.

Peserta juga mengunjungi Yogyakarta dan Pulau Dewata di Bali. Mendekati akhir perjalanan, para peserta kembali mendekat ke wilayah selatan Pulau Dewata untuk mampir di Puri Suling Resto Goa Gajah untuk mencicip makanan khas Bali. Para peserta mengakhiri kegiatannya di Bali dengan menyaksikan Tari Kecak di Uluwatu dan farewell dinner di Jimbaran sebagai penutup rangkaian kegiatan edu famtrip ini.

Baca juga: Kemenpar pastikan fitur MaiA aman dan ramah anak

Baca juga: Wisatawan Arab Saudi jadikan Indonesia sebagai tujuan wisata favorit

Baca juga: Menpar sebut berbelanja jadi daya tarik terpenting bagi wisatawan

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |