Makassar (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyiapkan bantuan alat kesehatan berupa rontgen portabel yang akan disalurkan untuk Kota Makassar guna membantu para tenaga kesehatan melakukan skrining Tuberkolosis (TBC) masyarakat daerah itu.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benyamin Paulus Octavianus menyebut khusus untuk Kota Makassar, pemerintah pusat menargetkan penyaluran sekitar 20 unit alat rontgen portabel.
"Kami akan menyerahkan alat rontgen portabel yang bisa dibawa ke mana-mana. Bisa digunakan di puskesmas, kantor kelurahan, bahkan langsung ke rumah warga. Ini akan mempermudah proses diagnosis," kata Benyamin saat meninjau inovasi penanganan TBC di Makassar, Selasa.
Baca juga: Wamenkes ke Makassar, lihat langsung inovasi Hantu Mesra tangani TBC
Benyamin menyebut alat rontgen dengan kapasitas satu alat bisa melayani sekitar 3.000 pasien, sehingga diperkirakan sebanyak 60.000 warga Makassar bisa menjalani pemeriksaan sepanjang 2026.
Alat ini memiliki bobot ringan, sekitar tiga kilogram, sehingga dapat digunakan secara fleksibel hingga ke tingkat kelurahan dan menyusuri pemeriksaan ke rumah-rumah warga.
Benyamin mengatakan melalui alat ini, seluruh anggota keluarga harus diperiksa gratis, bukan hanya untuk TBC, tetapi juga bisa meliputi pengecekan gula darah, tekanan darah, dan dilakukan foto rontgen.
"Jika ada penyakit lain, seperti diabetes, hipertensi atau gangguan paru dan jantung, bisa ditangani lebih awal," katanya.
Wamenkes RI menyebut Sulawesi Selatan, termasuk Kota Makassar, menjadi wilayah prioritas nasional, karena termasuk dalam delapan provinsi dengan kasus TBC tertinggi di Indonesia, bersama Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatera Utara.
Berdasarkan data 2025, Kota Makassar mencatat sebanyak 9.885 kasus TBC yang telah ditangani. Dari angka tersebut, pemerintah akan melakukan penelusuran kontak erat terhadap seluruh anggota keluarga penderita.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari pemerintah pusat dalam upaya penanggulangan TBC di Kota Makassar.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar terus mendorong berbagai inovasi layanan kesehatan yang menjangkau langsung masyarakat.
Baca juga: Kemnaker ajak perusahaan aktif tangani tuberkolosis di tempat kerja
Baca juga: Dinkes Makassar: Anak stunting berisiko terpapar TBC
Munafri menargetkan dengan intervensi serius dan kolaborasi lintas sektor selama tiga tahun ke depan, kasus TBC di Kota Makassar dapat ditekan secara signifikan.
"Target kita jelas, nol TBC dalam 2 sampai 3 tahun ke depan. Kita intervensi secara maksimal, dan mudah-mudahan pada 2029 persoalan TBC di Makassar bisa kita tuntaskan hingga ke akar-akarnya," ujarnya.
Pemkot Makassar terus mendorong agar program-program kesehatan dapat diakses secara luas oleh masyarakat, terutama dalam menjawab persoalan penyakit menular yang masih menjadi tantangan serius, seperti tuberkulosis.
Pewarta: Nur Suhra Wardyah
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































