Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan, persentase cakupan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Gorontalo mencapai 50,3 persen, menjadikannya provinsi dengan persentase tertinggi secara nasional.
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Maria Endang Sumiwi mengatakan di Jakarta, Jumat, bahwa menyusul Provinsi Gorontalo yakni Sulawesi Tenggara dengan 48,72 persen, kemudian Maluku dengan 39,9 persen.
"Tetapi dari segi jumlah, yang paling besar jumlah memeriksa penduduk adalah Jawa Tengah 14 juta, Jawa Timur 13 juta, diikuti Jawa Barat 10 juta," katanya.
Hal itu dia sampaikan dalam Konferensi Pers Capaian dan Evaluasi Program CKG 2025 Serta Rencana CKG 2026. Endang menjelaskan, sepanjang 2025, sebanyak 70 juta orang dari 38 provinsi berpartisipasi dalam program nasional tersebut.
"Dari keseluruhan puskesmas kita 10.300, ini 10.225 sudah menyelenggarakan. Memang masih ada beberapa puskesmas yang belum menyelenggarakan, terutama ini di daerah-daerah yang sangat sulit," katanya.
Dia menjelaskan, pada Maret 2025, sebanyak 64 persen peserta CKG didominasi oleh perempuan, dan laki-laki 35 persen. Tetapi ada perubahan pada Desember 2025, di mana semakin banyak laki-laki yang berpartisipasi.
"Sehingga dari partisipasinya 54 persen pada perempuan dan 45 persen pada laki-laki," katanya.
Dari segi kelompok umur, katanya, peserta terbanyak adalah bayi yang baru lahir, yakni 2,3 juta atau 52 persen dari 4,4 juta peserta yang ditargetkan. Hal ini karena mereka banyak dijumpai di fasilitas kesehatan yang melayani persalinan.
Kemudian, katanya, usia sekolah dan remaja yakni 7-17 tahun, ada sebanyak 19,7 juta dari 48 juta yang ditargetkan.
Sementara itu, untuk usia balita dan pra-sekolah, atau 1-6 tahun, terdapat 2,7 juta atau 10 persen dari 27 juta yang ditargetkan. Endang menyoroti perlu peningkatan cakupan pada kelompok ini, sehingga perlu komunikasi lebih intens dengan para orang tua dan wali agar anaknya diperiksakan.
"Kemudian yang dewasa itu kita baru ketemu 18 persen, meskipun 31 juta angka yang cukup banyak," katanya.
Kementerian Kesehatan menargetkan sekitar 170 juta orang dewasa berpartisipasi dalam CKG.
Dia menyebutkan, untuk lansia, baru ditemukan 6 juta atau 18 persen dari target 34 juta orang.
Baca juga: Kemenkes gelar CKG di 71 persen sekolah, periksa 25 juta peserta
Baca juga: Bakom RI: komunikasi, edukasi kunci sehatkan publik melalui CKG
Baca juga: Menkes: CKG 2026 gratiskan tindak pencegahan guna pastikan warga sehat
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































