Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, berdasarkan data dari Health Emergency Operation Center (HEOC), ada sebanyak 4 ribuan relawan yang mendaftar untuk membantu layanan kesehatan di daerah terdampak bencana di Sumatera, dan pihaknya mengkoordinasikan para relawan itu melalui pusat tersebut.
"Itu 4 ribu yang daftar. Yang nggak daftar masih ada lagi seribu langsung terbang masuk-masuk. Kita nggak larang. Tapi alangkah baiknya kalau kita bisa daftar," kata Budi dalam konferensi pers bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Rabu.
Dia menyebutkan bahwa para relawan datang dari berbagai institusi dan organisasi, mulai dari Médecins Sans Frontières (MSF), rumah sakit, organisasi profesi, fakultas kedokteran, hingga Politeknik Kesehatan.
"Dan sudah 4 ribu relawan yang kita urus. Dan sebagian besar, ini ya, partisipasi masyarakat. Jadi orang Indonesia kan rasa sosialnya tinggi. Jadi kita rangkul," katanya.
Baca juga: Kemenkes fokus pulihkan layanan kesehatan pascabencana Sumatera
Melalui HEOC, pihaknya mengatur penempatan dan rotasi para relawan, agar layanan kesehatan di tempat yang membutuhkan tetap terus ada dan tersedia.
Budi menyebutkan bahwa relawan yang dikirimkan harus tangguh dan memiliki kemampuan berkomunikasi yang bagus, karena selain memberikan layanan kesehatan, mereka juga harus melakukan hal lain, misalnya membantu menguatkan mental anak-anak.
"Kalau ada yang sakit masih bisa cepat lobi ke BNPB atau Basarnas untuk rujuk, naik helikopter, dan lain sebagainya. Itu tugas-tugasnya relawan-relawan kita," katanya.
Dia menjelaskan, setiap batch atau gelombang pengiriman tenaga kesehatan relawan, pihaknya menyertakan 30-35 psikolog klinis guna membantu memastikan kesehatan jiwa para warga yang terdampak bencana.
Baca juga: Kemenkes gencarkan imunisasi campak cegah penyebaran di pengungsian
"Tugasnya bercerita, menghibur, membuat ketawa, karena nggak semuanya kan masalahnya itu di fisik. Ada juga yang secara mental dia trauma, kehilangan ibu/bapaknya, itu juga yang harus kita lakukan dengan dengan sebaiknya," kata Budi.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, cepatnya kementerian dan lembaga, seperti Kementerian Kesehatan, dalam mengerahkan personel dan alat guna pemulihan merupakan bentuk kehadiran negara.
"Ini tentu saja wujud dari apa yang selalu disampaikan oleh Bapak Presiden bahwa negara hadir, dan kita benar-benar ingin mempercepat seluruh upaya pemulihan di semua aspek agar saudara-saudara kita di tiga provinsi terdampak ini bisa pulih secepat mungkin," kata Abdul.
Baca juga: Kemarin, ratusan kampus teken kontrak kinerja hingga target CKG 2026
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































