Kemenkes gelar CKG di 71 persen sekolah, periksa 25 juta peserta

2 weeks ago 6

Jakarta (ANTARA) - Sepanjang 2025, Kementerian Kesehatan melaksanakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di 202.284 sekolah, madrasah, dan pesantren atau 71 persen dari target, dan memeriksa sebanyak sekitar 25 juta peserta.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi mengatakan di Jakarta, Jumat, bahwa 25 juta peserta CKG atau 49 persen dari target adalah peserta didik dari 38 provinsi.

Dalam kesempatan itu, dia juga memaparkan sejumlah kondisi kesehatan yang banyak ditemukan pada anak usia sekolah dan remaja.

"Untuk usia sekolah dan remaja, yang kita temukan ternyata 1 dari 5 itu sudah mengalami tekanan darah di atas normal. Yang normal itu 120 per 80. Jadi ini termasuk yang sudah darah tinggi dan yang masih pre-darah tinggi," kata Endang.

Dia menyebutkan, kondisi ini membuat anak-anak rentan untuk mengalami situasi yang lebih berat di kemudian hari. Oleh karena itu, untuk pencegahannya, perlu mengurangi konsumsi garam berlebih, terutama yang berasal dari makanan olahan dan jajanan.

"Perbanyak konsumsi sayur dan buah, dan rutin aktivitas fisik, serta cukup istirahat. Dan kalau sudah dinyatakan hipertensi, maka minum obat secara teratur sesuai anjuran," katanya.

Selain darah tinggi, katanya, ternyata cukup banyak yang kegemukan, gizi lebih, dan obesitas, yakni tujuh dari 100 anak.

"Jadi kalau digabungkan tadi masalah tekanan darah di atas normal dengan yang gisi lebih dan obesitas, ini risiko penyakit kronis kedepannya cukup tinggi," katanya.

Pihaknya juga menemukan bahwa 26 dari 100 anak mengalami masalah telinga, mulai dari infeksi, tertutup kotoran telinga, hingga penurunan pendengaran. Menurutnya, hal ini dapat mengganggu kualitas hidupnya.

"Jadi pencegahannya, atur durasi waktu dan volume suara, bersihkan area telinga dengan baik, lindungi telinga ketika berada di area bising," katanya.

Dia juga mengatakan, satu dari empat remaja mengalami anemia atau kurang darah. Untuk mengatasinya, katanya, perlu mengonsumsi gizi seimbang. Bagi remaja putri, perlu meminum tablet tambah darah agar zat besinya bertambah.

Kemudian, katanya, 47 persen dari kelompok usia sekolah dan remaja memiliki masalah gigi, seperti gigi berlubang karena kurang menggosok gigi dan konsumsi gula yang berlebih. Dia pun menyarankan untuk memeriksakan kesehatan gigi tiap enam bulan sekali.

Baca juga: Bakom RI: komunikasi, edukasi kunci sehatkan publik melalui CKG

Baca juga: Menkes: CKG 2026 gratiskan tindak pencegahan guna pastikan warga sehat

Baca juga: Kemenkes targetkan jangkau 46 persen penduduk Indonesia pada CKG 2026

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |