Kemenhut tangani karhutla seluas 78,2 ha di Riau pada Maret

6 days ago 13

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus berupaya melakukan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik di Riau menjelang Idul Fitri, dengan sampai pertengahan Maret dilakukan penanganan di lahan seluas 78,2 hektare (ha).

"Seiring dengan terpantaunya hotspot pada sejumlah lokasi, Manggala Agni bersama pihak terkait lainnya di daerah juga melaporkan upaya penanganan karhutla. Pada 1-15 Maret 2026 telah dilaksanakan penanganan karhutla sebanyak 48 kali operasi dengan luas areal yang berhasil ditangani yaitu 78,2 Ha di Kabupaten/Kota Dumai, Bengkalis, Pelalawan, Rokan Hilir, Indragiri Hilir, dan Kampar," jelas Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kemenhut Thomas Nifinluri menyampaikan lewat aplikasi pesan di Jakarta, Senin.

Dia menjelaskan bahwa berdasarkan pantauan website SiPongi Kemenhut dari Satelite Nasa-Terra/Aqua dengan tingkat kepercayaan (confidence level) tinggi sampai dengan 15 Maret 2026 untuk wilayah Riau terpantau 49 titik panas (hotspot) yang tersebar di Kabupaten Pelalawan sebanyak 42 titik, Indragiri Hilir dua titik, Dumai empat titik, dan Kampar satu titik.

Untuk penanganan karhutla di Rantau Bais, Rokan Hilir sudah diterjunkan tiga regu Manggala Agni yang merupakan bantuan bawah kendali operasi (BKO) dari Daops Manggala Agni Sumatera VI/Siak, BKO dari Daops Manggala Agni Sumatera II/Labuhanbatu Selatan, dan satu regu dari Daops Manggala Agni Sumatera V/Dumai.

Hingga hari ini, kondisi sudah membaik yang ditunjukkan dengan jalur lintas Riau dan Sumatera Utara aman tanpa gangguan asap.

Selain operasi pemadaman karhutla, penguatan pemantauan melalui patroli udara juga dilakukan untuk meningkatkan deteksi dini serta mempercepat respons penanganan di lapangan.

Mobilisasi helikopter patroli udara saat ini sedang menuju Lanud Roesmin Nurjadin di Pekanbaru, Sumatera Selatan untuk mendukung kegiatan patroli udara dalam rangka pemantauan wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan di Riau.

Thomas mengatakan bahwa operasi patroli udara direncanakan berlangsung hingga akhir April dengan total waktu operasi sekitar 65 jam terbang. Selama pelaksanaan kegiatan tersebut, Tim Satgas Udara akan bersiaga di posko Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru sebagai pusat koordinasi pelaksanaan patroli udara di wilayah Riau.

Lebih lanjut disampaikan bahwa tim patroli udara akan melibatkan berbagai unsur lintas instansi yang tergabung dalam Satgas Udara.

"Tim patroli udara yang beranggotakan unsur Kementerian Kehutanan, BPBD, DLHK, Basarnas, TNI AU, serta Pemerintah Daerah Provinsi Riau akan melaksanakan patroli udara secara terjadwal guna memperkuat pemantauan wilayah rawan serta mendukung deteksi dini kejadian kebakaran hutan dan lahan," demikian Thomas Nifinluri.

Baca juga: Tim gabungan masih berjibaku padamkan karhutla di lima daerah di Riau

Baca juga: Kemarau lebih awal, Pemerintah siapkan 35 OMC antisipasi karhutla

Baca juga: Tim gabungan berjibaku padamkan karhutla 15 hektare di Kampar

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |