Kemenhaj upayakan peningkatan jumlah pembimbing haji perempuan

3 months ago 13

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) berkomitmen mengupayakan peningkatan jumlah pembimbing ibadah haji perempuan dalam penyelenggaraan Haji 2026 untuk memperkuat layanan bagi jamaah wanita di tanah suci.

“Peran pembimbing perempuan menjadi aspek krusial agar setiap jamaah wanita mendapatkan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan ibadah dan kenyamanan mereka selama di tanah suci,” ujar Menteri Haji (Menhaj) dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu.

Berikutnya, ia menyampaikan bahwa keberadaan pembimbing perempuan memiliki nilai strategis dalam memperkuat aspek perlindungan jamaah, khususnya pada pelayanan di pemondokan, tempat ibadah, serta kegiatan bimbingan rohani yang memerlukan pendekatan sensitif gender.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang lebih ramah jamaah, sejalan dengan prinsip kesetaraan dan peningkatan kualitas layanan bagi seluruh calon haji Indonesia.

Upaya peningkatan tersebut, kata dia melanjutkan, dilakukan melalui program pelatihan berkelanjutan, sertifikasi, dan peningkatan kompetensi bagi para pembimbing dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU). Kementerian Haji juga mendorong agar setiap KBIHU dapat menyiapkan tenaga pembimbing perempuan yang memiliki kapasitas keilmuan dan pemahaman manasik yang memadai.

Selain memperbanyak jumlahnya, Kemenhaj pun berfokus pada peningkatan kualitas pembimbing agar mampu memberikan bimbingan ibadah yang sistematis dan sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Program itu meliputi pelatihan pedagogi, pemahaman fiqih haji, serta keterampilan komunikasi dan manajemen kelompok jamaah.

“Dengan peningkatan kualitas dan kuantitas pembimbing, penyelenggaraan haji tahun 2026 diharapkan dapat berlangsung lebih profesional, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kepuasan jamaah,” kata Irfan.

Baca juga: Kemenhaj siapkan pelatihan intensif untuk petugas Haji 2026

Diketahui, Kementerian Haji dan Umrah RI telah menerbitkan rencana perjalanan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi setelah sebelumnya telah memutuskan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) bersama Panitia Kerja (Panja) Haji Komisi VIII DPR RI.

"Proses operasional jamaah haji Indonesia Insya Allah akan dimulai pada 21 April 2026 atau bertepatan dengan 4 Dzulqa’dah 1447 Hijriah, yang ditandai jamaah mulai memasuki asrama haji,” ujar Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Ichsan Marsha.

Keberangkatan gelombang pertama jamaah haji akan dimulai pada 22 April 2026 menuju Madinah Al-Munawwarah, sedangkan gelombang kedua akan diberangkatkan pada 7 Mei 2026 atau 20 Dzulqa’dah 1447 Hijriah langsung menuju Makkah Al-Mukarramah.

Adapun puncak ibadah haji akan berlangsung pada 8 Dzulhijjah 1447 Hijriah/25 Mei 2026, saat jamaah bergerak menuju Arafah dan wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau 26 Mei 2026.

Sementara itu fase pemulangan jamaah haji akan dimulai pada 1 Juni 2026 dan berakhir 1 Juli 2026 atau bertepatan dengan 16 Muharram 1448 Hijriah.

Baca juga: Wamen Haji dan Umrah pastikan SDM yang bergabung bebas dugaan korupsi

Baca juga: Kemenhaj pastikan info loker petugas haji di Medsos hoaks

Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |