Jakay (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif mendorong keterlibatan subsektor ekraf untuk penguatan sosialisasi serta literasi kesehatan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan nasional.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan Kemenekraf akan melibatkan UMKM dalam penyediaan merchandise serta penguatan komunikasi melalui materi visual, gim edukatif, dan maskot dari IP (Intellectual Property) lokal yang mewakili seluruh materi, mendukung sosialisasi, dan literasi kesehatan.
“Melalui CKG, kita ingin menunjukkan bahwa dengan KTP saja, layanan kesehatan bisa diakses secara gratis dan bermakna,” kata Irene dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Jumat.
Wamen Ekraf Irene menegaskan bahwa meskipun CKG terbuka untuk seluruh masyarakat, program ini juga relevan bagi banyak pejuang ekonomi kreatif yang selama ini belum memiliki akses layanan kesehatan yang memadai.
Selain itu Kementerian Ekraf mendorong penyempurnaan alur layanan, standar penyambutan, hingga pengalaman peserta selama menunggu agar lebih efisien dan nyaman.
Baca juga: Di WEF, Prabowo sebut CKG sebagai program rasional menghemat uang
Dari sisi lokasi, Kementerian Ekraf akan berkoordinasi memanfaatkan ruang publik strategis, seperti pusat perbelanjaan, sebagai lokasi pelaksanaan CKG. Selain itu, kampus dan komunitas akan dilibatkan sebagai kanal sosialisasi dan pendaftaran peserta. Promosi program akan didukung melalui jejaring media, termasuk radio dan komunitas.
Sementara itu, Wamenkes Dante Saksono Harbuwono menjelaskan mekanisme pelaksanaan CKG yang berada dalam koordinasi dinas kesehatan daerah, dengan puskesmas sebagai ujung tombak layanan.
Wamenkes Dante juga menyebutkan kolaborasi dengan Kementerian Ekraf ini sekaligus sebagai bentuk kampanye kesehatan agar lebih banyak menyentuh ke semua lapisan masyarakat.
“Ke depan, penguatan puskesmas berbasis wilayah memungkinkan perluasan jangkauan CKG ke berbagai ekosistem masyarakat, termasuk komunitas dan home industry,” ujar Wamenkes Dante.
Dia mengatakan bahwa kolaborasi dengan sektor ekonomi kreatif juga akan dimanfaatkan untuk mendukung kampanye perubahan perilaku kesehatan sehingga layanan ini tidak hanya memberi layanan medis, tetapi juga meningkatkan literasi kesehatan masyarakat secara menyenangkan dan inovatif.
Baca juga: Menkes: Mulai 2026, CKG sertakan skrining kusta percepat eliminasi
Pembahasan tersebut berlangsung dalam rapat koordinasi di Gedung Kemenkes, Jakarta yang diikuti Wamen Ekraf Irene Umar dan Wamenkes Dante Saksono Harbuwono. Rapat ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan perdana kolaborasi Kementerian Ekraf dan Kemenkes dalam program CKG yang sebelumnya dilaksanakan di Agora Mall, Jakarta, pada 1–3 Desember 2025.
Wamen Ekraf berharap ke depan CKG tidak hanya sebagai layanan kesehatan dasar, tetapi juga sebagai pengalaman publik yang inklusif, tertata, dan berdampak.
Kedua kementerian sepakat menjadikan pengembangan CKG sebagai percontohan kolaborasi lintas sektor yang mengintegrasikan layanan kesehatan dan kreativitas.
Melalui kolaborasi ini, CKG diharapkan tidak hanya meningkatkan akses layanan kesehatan, tetapi juga memperkuat peran ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth dalam mendukung Asta Cita Presiden, khususnya pembangunan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Baca juga: Kemenkes targetkan jangkau 46 persen penduduk Indonesia pada CKG 2026
Baca juga: Total peserta CKG pada 2025 tembus 70 juta orang
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































