Kemendikdasmen tingkatkan minat baca anak dukung implementasi PP Tunas

6 days ago 3

Jakarta (ANTARA) - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen meningkatkan minat baca anak sekaligus mendukung implementasi PP Tunas melalui penguatan program Mudik Asyik Baca Buku (MABB) yang menyediakan ribuan buku bacaan anak secara gratis.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan penguatan program tahunan tersebut terlihat melalui penambahan jumlah buku bacaan anak yang dibagikan serta cakupan lokasi pembagian buku tersebut yang juga bertambah jumlahnya pada tahun ini.

“Ya, ini walaupun merupakan program rutin, tapi kami memang sudah berkomitmen untuk bagaimana anak-anak ini kami biasakan membaca dari sejak dini. Tahun ini, kami perkuat karena kami membagikan 24 ribu buku secara gratis, lebih banyak dari tahun lalu yang hanya 20 ribu buku. Mudah-mudahan mereka tidak bergantung pada gawai dan lebih memiliki kebiasaan untuk bersosialisasi dan mengisi waktunya dengan membaca buku,” kata Mendikdasmen Mu'ti usai membuka kegiatan Mudik Asyik Baca Buku (MABB) 2026 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin.

Lebih lanjut, ia mengatakan penambahan jumlah buku bacaan anak secara gratis di ruang publik tersebut juga menjadi salah satu ikhtiar Kemendikdasmen dalam menekan angka ketergantungan anak-anak terhadap penggunaan gawai, khususnya selama periode belajar di luar sekolah saat Idul Fitri.

Baca juga: Semarakkan mudik, Kemendikdasmen bagikan ribuan buku bacaan anak

Di samping itu, pihaknya juga siap menggalakkan kembali kegiatan menulis dengan tangan untuk membuat resume sebagai salah satu penugasan untuk murid di ruang kelas nantinya.

Ia menambahkan Kemendikdasmen juga siap mendorong pihak sekolah maupun orang tua agar murid dapat berlatih menulis kalimat sederhana sejak dini sehingga para murid nantinya dapat menuliskan hasil observasi maupun menceritakan kembali buku-buku yang telah mereka baca.

“Ini juga sejalan dengan upaya kami untuk bagaimana anak-anak ini lebih banyak pegang buku daripada pegang gawai,” imbuh Mu'ti.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen Hafidz Muksin mengatakan cakupan lokasi kegiatan Mudik Asyik Baca Buku tahun ini diperluas menjadi sembilan titik, yaitu Stasiun Pasar Senen, Stasiun Gambir, Terminal Kalideres, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pulo Gebang, Bandara Halim Perdanakusuma, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Merak (Banten), serta Terminal Pakupatan di Serang, Banten.

Baca juga: Kemendikdasmen bagikan buku gratis kepada pemudik di Stasiun Gambir

Dalam laporannya, ia menyebutkan setiap lokasi kegiatan memperoleh alokasi sekitar 2.600 eksemplar buku yang dapat dibaca di tempat maupun dibawa pulang oleh anak-anak yang berpartisipasi dalam kegiatan literasi.

“Program Mudik Asyik Baca Buku merupakan wujud partisipasi berbagai pihak dalam memperkuat literasi masyarakat di ruang publik. Melalui kegiatan ini, Badan Bahasa menyediakan 24.000 buku bacaan bermutu secara gratis bagi para pemudik, khususnya anak-anak,” kata Hafidz.

Lebih lanjut, ia mengatakan buku-buku yang disediakan merupakan bacaan anak yang menarik dan edukatif.

Pihaknya berharap kehadiran buku-buku tersebut dapat memberikan alternatif hiburan yang bermanfaat bagi anak-anak selama perjalanan mudik sehingga tidak bergantung pada hiburan yang disediakan melalui gawai.

Sebelumnya, Pemerintah melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital (Permenkomdigi) Nomor 9 Tahun 2026 telah mengeluarkan kebijakan pembatasan media sosial untuk anak yang berusia di bawah 16 tahun.

Kebijakan tersebut merupakan aturan pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).

Implementasi kebijakan pembatasan medsos untuk anak usia di bawah 16 tahun nantinya akan berlaku di YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, hingga X dan dilakukan secara bertahap mulai tanggal 28 Maret 2026.

Baca juga: Badan Bahasa sebarkan 20.000 buku dalam "Mudik Asyik Baca Buku 2025"

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |