Kemendikdasmen paparkan empat pilar tindak lanjuti hasil PISA 2025

1 week ago 29

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memaparkan empat pilar strategi guna menindaklanjuti hasil skor Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 yang diselenggarakan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Toni Toharudin mengatakan pihaknya melakukan penguatan terhadap empat pilar, yakni kompetensi guru, pembelajaran, sistem asesmen, dan peran keluarga guna memastikan adanya peningkatan mutu pendidikan yang salah satunya tercermin melalui hasil skor PISA Indonesia.

“Jadi pada kesempatan ini, kami akan menyampaikan juga makna dibalik berbagai temuannya, serta langkah apa, follow up atau tindak lanjut dari hasil skor PISA yang akan dilakukan oleh Kemendikdasmen ke depannya,” kata Toni dalam kegiatan Temu Media Perilisan dan Tindak Lanjut Hasil PISA 2025 di Gedung E Kemendikdasmen, Jakarta Pusat pada Selasa.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Kapusmendik) Kemendikdasmen Rahmawati menjelaskan Kemendikdasmen menempatkan peningkatan kualitas dan kompetensi guru sebagai salah satu pilar utama, melalui pemenuhan kualifikasi akademik guru, penguatan profesionalisme melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG), pelatihan guru yang berkelanjutan, peningkatan kompetensi pedagogik melalui pembelajaran mendalam, penguatan kompetensi digital melalui koding dan kecerdasan artifisial, serta membangun budaya belajar sepanjang hayat bagi guru.

Selanjutnya, Kemendikdasmen menempatkan peningkatan kualitas pembelajaran dan kompetensi murid sebagai inti dari transformasi pendidikan, melalui penerapan pembelajaran mendalam, digitalisasi pembelajaran dan penyediaan sumber belajar bagi murid, penguatan STEM dan kompetensi digital, penguatan literasi dan numerasi sebagai kompetensi fundamental serta penguatan karakter dan kebiasaan belajar murid.

Kemudian, pihaknya juga menempatkan asesmen sebagai bagian penting dalam peningkatan mutu pendidikan melalui transformasi kebijakan kerangka asesmen skala nasional, seperti AN dan TKA yang diharmonisasikan dengan kompetensi yang mengacu pada kerangka PISA serta penguatan pemanfaatan Rumah Pendidikan dan sumber inspirasi asesmen bagi guru dan murid.

Terakhir, ia mengatakan Kemendikdasmen juga siap menguatkan peran keluarga, mengingat keberhasilan pendidikan murid tidak lepas dari lingkungan belajar yang dibangun di dalam keluarga, melalui pembiasaan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH), memperkuat kemitraan dengan orang tua dalam pembelajaran mendalam, memperkuat peran keluarga dalam kesiapan akademik dan psikologis murid serta membangun ekosistem yang selaras antara rumah dengan sekolah.

Sebagai penunjang, Kemendikdasmen juga menyediakan sejumlah platform pembelajaran dan asesmen yang dapat diakses guru dan murid secara mandiri, diantaranya ialah Perangkat Ajar Ruang GTK (guru.kemendikdasmen.go.id/perangkat-ajar), Ruang Murid (rumah.pendidikan.go.id/ruang/murid), serta portal simulasi dan latihan asesmen Pusmendik (pusmendik.kemendikdasmen.go.id.

Berbagai platform ini, kata Rahmawati, dirancang untuk memperkuat kemampuan bernalar, literasi digital, dan kemandirian belajar murid sejalan dengan kerangka asesmen PISA.

Baca juga: Umumkan skor PISA terbaru, Kemendikdasmen: Skor membaca-sains naik

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |