Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengemukakan bahwa guru sebagai garda terdepan dalam membangun sumber daya manusia mengaku merasakan langsung manfaat berbagai program kebijakan kementerian tersebut.
Dalam rilis yang disiarkan oleh Kemendikdasmen di Jakarta, Sabtu, disebutkan bahwa dari sejumlah tunjangan yang diberikan, para guru merasa terbantu, karena dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Program yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan guru ini menambah semangat mereka mengajar. "Kami bersyukur dan berterima kasih menjadi salah satu penerima tunjangan dari Kemendikdasmen," ujar guru Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri Bendungan Hilir, Jakarta Ismi Ifarianti.
Baca juga: Mendikdasmen paparkan target kesejahteraan-kompetensi guru TA 2026
Sebagai seorang pendidik jenjang TK, Ismi sangat bersyukur dan berterima kasih menjadi salah satu penerima tunjangan. Ia merasa jerih payahnya sebagai guru sudah sangat dihargai oleh pemerintah.
“Tunjangan ini membantu meringankan kebutuhan saya sehari-hari, memberikan ketenangan, menjadi lebih fokus mengajar, serta lebih semangat mendampingi anak-anak kami untuk belajar dan tumbuh berkembang. Perkembangan baik juga sangat saya rasakan dalam proses penyaluran tunjangan ini,” ujar Ismi.
Hal serupa juga dirasakan oleh guru SD Negeri Cimone 3, Kota Tangerang, Provinsi Banten Tiar Krisnawan.
Menurutnya, tunjangan ini berperan penting sebagai upaya peningkatan kesejahteraan guru, khususnya dari sisi ekonomi dan keseimbangan hidup. “Dengan tunjangan ini kami merasa lebih dihargai, termotivasi untuk berkembang, dan memenuhi kebutuhan hidup secara jauh lebih baik,” ujar Tiar.
Untuk guru ASN, Kemendikdasmen telah menyalurkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) kepada lebih dari 1,4 juta guru.
Tunjangan Khusus telah tersalurkan kepada lebih dari 57 ribu guru. Dana Tambahan Penghasilan juga tersalurkan kepada lebih dari 191 ribu guru.
Sementara untuk guru Non-ASN, Kemendikdasmen telah menyalurkan Tunjangan Profesi kepada lebih dari 400 ribu guru, tunjangan khusus kepada lebih dari 43 ribu guru, insentif kepada lebih dari 365 ribu guru, serta bantuan subsidi upah (BSU) kepada lebih dari 253 ribu guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) nonformal yang belum memiliki sertifikasi profesi.
Baca juga: Mendikdasmen pastikan insentif guru honorer 2026 jadi Rp400 ribu
Baca juga: Mendikdasmen tegaskan pencairan TPG di wilayah bencana tetap berjalan
Terkait dengan insentif guru non-ASN tahun 2026, Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru (Dirjen GTKPG) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani menjelaskan pihaknya telah menaikkan nominal bantuan tersebut dari sebelumnya Rp300 ribu per orang menjadi Rp400 ribu per orang per bulan, dengan target penerima sebanyak 798.905 guru.
Kenaikan ini, diharapkan dapat mendorong profesionalisme guru, peningkatan mutu pembelajaran, dan menjadi motivasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih berkualitas.
Untuk meningkatkan kompetensi akademik serta penguatan kapasitas guru, Kemendikdasmen juga akan melanjutkan program Peningkatan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru.
"Kesejahteraan guru merupakan fondasi dasar dalam mewujudkan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua. Oleh karena itu, Kemendikdasmen berkomitmen meningkatkan kesejahteraan guru secara berkelanjutan, tepat sasaran, transparan, dan akuntabel,” katanya.
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































