Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengapresiasi sejumlah guru yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menghasilkan inovasi yang mengubah cara belajar siswa hingga menjawab tantangan nyata di dunia kerja dan lingkungan.
“Bapak ibu lah pemenang yang mampu mengalahkan semua kesulitan dan rintangan, namun tetap hadir membersamai generasi bangsa. Jika bapak ibu tidak mendapatkan juara dan tampil ke depan saat ini, bapak ibu tetaplah menjadi juara di hatiku," ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti di Jakarta, Senin.
Baca juga: Regulasi AI dirancang untuk dukung inovasi dan lindungi hak masyarakat
Salah satu pemenangnya ialah guru SMKN 1 Katapang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat bernama Naufal Faadhilah yang meraih juara pertama kategori Transformatif.
Ia mengembangkan Artificial Mentor for Intelligent Reasoning and Assistance (AMIRA), asisten belajar berbasis AI yang membantu siswa jurusan Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG) memahami konsep pemrograman secara mandiri.
AMIRA dirancang bukan untuk memberikan jawaban langsung melainkan meminta siswa menjelaskan pemahaman mereka terlebih dahulu.
Perubahan signifikan terlihat pada siswa yang semula merasa tidak jago ngoding kini menjadi lebih percaya diri.
Ke depan, Naufal berencana memperluas AMIRA untuk dapat digunakan dalam banyak mata pelajaran dan program keahlian, serta mengintegrasikannya dengan sistem administrasi dan penilaian agar data dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan pembelajaran.
Pemenang lainnya ialah guru SMKN 61, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta Didi Setiadi yang membawa dimensi berbeda dengan mengimplementasikan teknik transplantasi terumbu karang melalui pembelajaran berbasis proyek.
Baca juga: Pemerintah siapkan peta jalan AI dan teknologi inovasi keuangan
Baca juga: Kemkomdigi minta pengembang AI transparan kembangkan inovasi
Ia menjelaskan pembelajaran diintegrasikan dalam Proyek IPAS dengan metode Project Based Learning (PjBL).
Perubahan nyata lantas terlihat pada motivasi belajar yang meningkat, pemahaman konsep yang lebih baik, kolaborasi yang terjalin, serta terbentuknya mental murid dalam menyikapi isu kerusakan lingkungan.
“Sekarang banyak murid yang sudah mahir berenang dan snorkeling, dan selalu semangat kalau diajak belajar praktik di laut,” imbuhnya.
Rencana ke depan, Didi ingin membuka taman karang hasil transplantasi sebagai objek wisata snorkeling untuk wisatawan sekaligus pusat informasi konservasi ekosistem terumbu karang.
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































