Sigi (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) mendukung Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi pintu gerbang informasi seribu megalit dalam pelestarian warisan budaya megalitik yang merupakan peninggalan leluhur masyarakat setempat.
Gubernur Sulteng Anwar Hafid mengatakan pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan sudah menetapkan pintu gerbang informasi seribu megalit di daerah tersebut.
"Jadi ini menunjukkan bahwa Bumi Seribu Megalit bukan sebuah angan-angan belaka, tetapi merupakan sebuah rencana nyata yang telah mendapatkan dukungan besar dari pemerintah pusat, tentunya sebagai masyarakat Sulawesi Tengah menjadi kebanggaan untuk kita semua," kata Gubernur Anwar saat ditemui awak media di Sigi, Rabu.
Ia mengemukakan perhatian Kementerian Kebudayaan terhadap pelestarian warisan budaya megalitik di Sulteng disebabkan usianya sudah mencapai ribuan tahun.
Menurut dia, salah satu bentuk komitmen nyata negara menjaga kebudayaan dengan mulai beroperasinya laboratorium, storage, dan pusat informasi kawasan Megalitik Lore Lindu di Watunonju, Kabupaten Sigi.
Baca juga: Gubernur Sulteng dan BPK Wilayah XVII sinergi promosikan 1.000 megalit
"Alhamdulillah, Menteri Kebudayaan selama 3 hari berturut-turut berkunjung ke Kabupaten Sigi dan Poso untuk melihat secara langsung warisan budaya Situs Megalitik Pokekea dan Behoa, artinya kebudayaan dan warisan leluhur Sulawesi Tengah mendapat perhatian serius serta sejalan dengan salah satu visi pembangunan Pemprov Sulteng yaitu Berani Berkah yang menempatkan nilai religius dan kearifan lokal sebagai landasan pembangunan daerah," ucapnya.
Sementara itu Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae mengapresiasi pembangunan laboratorium, storage, dan pusat informasi kawasan Megalitik Lore Lindu di Kabupaten Sigi.
"Tentunya ini merupakan salah satu komitmen yang bisa menunjang pelestarian budaya di Kabupaten Sigi termasuk menjadi pusat informasi budaya umumnya di Sulteng," sebut Rizal.
Melalui laboratorium dan storage tersebut, lanjutnya, diharapkan bisa menjadi pusat konservasi, penelitian, serta pengelolaan benda-benda cagar budaya secara profesional dan berstandar nasional.
Baca juga: Gubernur Sulteng komitmen perbaiki jalan menuju kawasan megalit Poso
Rizal mengatakan ke depan perlu adanya pembangunan museum daerah di Kabupaten Sigi dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya sebagai bagian penting dari identitas daerah.
"Museum di Sigi nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan pameran koleksi sejarah, tetapi juga sebagai pusat edukasi, penelitian, serta sarana pembelajaran bagi generasi muda agar mengenal, mencintai, dan bangga terhadap sejarah serta jati diri budayanya," kata dia.
Ia menuturkan museum daerah di Sigi dapat menjadi simpul penting dalam pelestarian warisan budaya, sekaligus pengembangan pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan.
"Saat ini semakin banyak penemuan benda-benda bersejarah di Sigi, sehingga kebutuhan gedung museum daerah yang representatif menjadi semakin mendesak," ujarnya.
Baca juga: Pemprov Sulteng mulai persiapkan infastruktur menuju kawasan megalit
Pewarta: Moh Salam
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































