Kemenag: Pemulihan pascabencana tak hanya fisik tapi sosial-keagamaan

2 weeks ago 12
...Bagi masyarakat bisa kembali beribadah dengan tenang merupakan bagian dari proses pemulihan

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama memastikan pemulihan pascabencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga menyentuh keberlangsungan ibadah serta kehidupan sosial-keagamaan masyarakat terdampak.

“Bagi masyarakat, bisa kembali beribadah dengan tenang merupakan bagian dari proses pemulihan. Karena itu, zakat dan wakaf kami arahkan untuk menjaga keberlangsungan ibadah dan martabat hidup warga terdampak,” ujar Direktur Zakat dan Wakaf Kemenag Waryono Abdul Ghafur di Jakarta, Rabu.

Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe sejak akhir November 2025 tidak hanya merusak rumah warga dan fasilitas umum, tetapi juga berdampak terhadap kehidupan keagamaan masyarakat.

Sejumlah masjid terendam lumpur, perlengkapan ibadah rusak, dan akses air bersih terbatas. Kondisi tersebut menyulitkan warga menjalankan ibadah sehari-hari, terutama menjelang bulan Ramadhan.

Waryono menjelaskan sejak awal pihaknya fokus pada kebutuhan yang paling dirasakan masyarakat, yaitu pemulihan fungsi tempat ibadah, ketersediaan air bersih untuk bersuci, serta dukungan agar aktivitas keagamaan dapat kembali berjalan.

Baca juga: Huntara dipercepat, pengungsi ditargetkan keluar tenda sebelum Ramadan

Salah satu pemulihan pascabencana yakni di Masjid Rieseh Teunong, Aceh Utara, yang sempat terdampak banjir dan kini difungsikan sebagai tempat pengungsian bagi sekitar 53 kepala keluarga.

Upaya pemulihan dilakukan dari kebutuhan paling mendasar, seperti penyediaan kembali karpet sajadah, mukena, sarung, serta pemulihan akses air bersih untuk kebutuhan wudhu dan kebersihan masjid.

“Melalui dukungan Baznas, masjid dan posko pengungsian menerima empat roll karpet sajadah, 100 sarung, 100 mukena, serta 84 mushaf Al Quran. Selain itu, dua unit toren air disediakan untuk menjamin ketersediaan air bersih yang menjadi kebutuhan krusial masyarakat pascabanjir,” kata dia.

Di Kota Lhokseumawe, dapur umum yang dikelola LAZ Asar Humanity di Meunasah Cut Mamplam menjadi penopang kebutuhan pangan pengungsi. Setiap hari, dapur umum tersebut menyiapkan sekitar 435 porsi makanan yang didistribusikan ke berbagai titik pengungsian di Aceh Utara.

Baca juga: Satgas Rehabilitasi Sumatera fokuskan pemulihan di 16 kabupaten/kota

Waryono menilai pengalaman penanganan pascabencana di Aceh Utara menunjukkan bahwa zakat dan wakaf memiliki peran strategis sebagai penyangga ketahanan sosial umat.

Masjid, meunasah, dan Kantor Urusan Agama (KUA) tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang pemulihan, konsolidasi warga, serta penguatan solidaritas komunitas.

“Kami ingin zakat dan wakaf tidak berhenti pada bantuan sesaat. Keduanya harus menjadi bagian dari sistem ketahanan sosial-keagamaan masyarakat,” kata Waryono.

Baca juga: Pemerintah alokasikan Rp93 miliar pulihkan UMKM terdampak bencana

Baca juga: Sambut Ramadhan, Kemenag pulihkan fasilitas ibadah terdampak banjir

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |