Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membuka peluang kolaborasi pendidikan dan riset terkait transisi energi bersama United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UN ESCAP).
Dalam keterangan di Jakarta, Jumat, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong keterlibatan perguruan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional melalui riset, inovasi, dan kajian akademik.
"Presiden Prabowo mengarahkan ingin banyak melibatkan perguruan tinggi untuk berbagai kajian. Sehingga untuk setiap kebijakan strategis, Pak Presiden selalu meminta paling tidak ada second opinion dari kajian perguruan tinggi," katanya.
Menteri Brian juga menyampaikan bahwa transisi energi menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian pemerintah.
Ia menyoroti upaya yang tengah didorong untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi serta pentingnya dukungan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan sektor energi di masa depan.
Brian menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menyiapkan talenta yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional, termasuk dalam mendukung pengembangan sektor energi di masa depan.
Sementara, Executive Secretary UN ESCAP, Armida S. Alisjahbana mengatakan pihaknya tengah menjalankan program Energy Transition for Green Growth and Prosperity yang menjadi salah satu agenda prioritas di kawasan Asia Pasifik. Indonesia menjadi salah satu negara fokus bersama Thailand dalam pelaksanaan program tersebut.
Melalui kerja sama dengan ASEAN Secretariat dan berbagai mitra strategis lainnya, lanjut dia, UN ESCAP melakukan serangkaian diskusi dengan kementerian, lembaga, pelaku industri, dan pemangku kepentingan terkait di Indonesia.
Hal ini dilakukan untuk memperoleh masukan mengenai berbagai aspek transisi energi, termasuk kebutuhan pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Diketahui, kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai pentingnya dukungan kajian dan analisis dalam proses perumusan kebijakan.
Kemdiktisaintek menyambut baik berbagai peluang kolaborasi yang dibahas dalam pertemuan tersebut, termasuk dalam bidang kajian, riset, dan pengembangan kapasitas yang mendukung agenda pembangunan nasional dan regional.
Baca juga: Mendiktisaintek soroti urgensi pendidikan karakter di perguruan tinggi
Baca juga: Mendiktisaintek: Penerima beasiswa harus jadi talenta berdampak bangsa
Baca juga: Kemdiktisaintek gelar audiensi lintas institusi untuk cegah kekerasan
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































