Kediri komitmen dukung ketahanan pangan dengan panen raya

1 month ago 20

Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, berkomitmen mendukung ketahanan pangan yang merupakan program dari pemerintah pusat dengan memaksimalkan hasil panen raya.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengemukakan panen raya adalah momentum untuk terus menjaga sektor pangan. Pemkot mendukung upaya pemerintah pusat mewujudkan swasembada pangan.

“Kita patut mengapresiasi dan mendukung penuh atas upaya pemerintah pusat dalam mewujudkan swasembada pangan sebagai bagian dari ketahanan nasional dan kemandirian bangsa," katanya di sela panen raya dan pengumuman swasembada pangan nasional bersama Presiden Prabowo Subianto secara daring di Kediri, Rabu.

Ia mengungkapkan sebagai daerah perkotaan dengan keterbatasan lahan, Kota Kediri memaknai swasembada pangan tidak hanya dari sisi besaran produksi.

Tetapi juga dari ketahanan sistem pangan secara menyeluruh, mulai dari ketersediaan, keterjangkauan, stabilitas pasokan dan harga, hingga akses masyarakat terhadap pangan yang aman, bergizi, dan berkelanjutan.

Baca juga: Prabowo umumkan swasembada, RI tak lagi bergantung pangan impor

Momentum hari ini menjadi penguat semangat bagi seluruh daerah, termasuk Kota Kediri untuk terus menjaga keberlanjutan sektor pangan, meskipun dengan karakter dan tantangan wilayah yang berbeda-beda,” ujarnya.

Pemkot Kediri, kata dia, terus mendorong optimalisasi lahan pertanian yang ada, penguatan pendampingan kepada petani, serta memastikan ketersediaan sarana produksi pertanian secara berkelanjutan. Salah satunya dengan fasilitasi penyerapan pupuk subsidi.

Pada tahun 2025, 99 persen usulan alokasi pupuk terserap dan dimanfaatkan oleh para petani.

Di Kota Kediri, potensi panen bulan Januari 2025 ada 33 hektare, bulan Februari 2025 ada 57 hektare dan puncak panen bulan Maret 2025 untuk komoditas padi adalah 138 ha.

Lalu, untuk potensi panen komoditas jagung, pada bulan Januari 2025 sebanyak 42 hektare, bulan Februari 2025 sebanyak 25 hektare dan bulan Maret 2025 sebanyak 29 hektare.

Baca juga: Prabowo bertekad Indonesia swasembada pangan tiap tahun

Sebelumnya, puncak panen komoditas jagung terjadi pada bulan Desember 2025 sekitar 142 hektare.

Wali Kota menambahkan, pemkot juga fokus pada penguatan ketahanan pangan perkotaan, melalui pengelolaan cadangan pangan daerah, pengembangan pekarangan pangan lestari, serta peran aktif dalam menjaga kelancaran distribusi dan stabilitas harga pangan bagi masyarakat.

Pihaknya juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi pada seluruh petani se-Kota Kediri atas seluruh dedikasi serta kontribusi dalam menghidupkan ekosistem ketahanan pangan di Kota Kediri.

"Semoga ke depan, pertanian di Kota Kediri semakin bertumbuh. Kami meyakini bahwa ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh produksi tetapi juga oleh distribusi yang adil dan keterjangkauan harga,” kata dia.

Mbak Wali, sapaan akrabnya juga menegaskan arahan dari Presiden pada hari ini menjadi pengingat bagi pemda untuk terus bersinergi, berinovasi, dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Pemkot Kediri juga siap mendukung kebijakan nasional swasembada pangan dengan pendekatan yang adaptif sesuai karakter daerah, serta memastikan bahwa ketahanan pangan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Prabowo hadiri panen raya di Karawang, umumkan swasembada pangan

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |