KBRI Dakar dorong penguatan kemitraan ASEAN-Afrika Barat

6 hours ago 6

Jakarta (ANTARA) - Indonesia memegang peran sentral dalam menggalang solidaritas kawasan dengan menjadi tuan rumah Peringatan HUT ke-59 Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN Day) yang digelar di Wisma Duta KBRI Dakar, Senegal, Rabu (19/8).

KBRI Dakar bersama perwakilan diplomatik negara anggota ASEAN lainnya—yaitu Malaysia dan Thailand—menyelenggarakan Upacara Pengibaran Bendera ASEAN dan resepsi diplomatik untuk memperkokoh kemitraan strategis di Senegal dan kawasan Afrika Barat.

"Peringatan tahun ini mengusung tema Navigating Our Future Together, yang mencerminkan komitmen teguh kawasan dalam mengarungi dinamika perubahan ekonomi global, transformasi digital, serta tantangan strategis melalui kemitraan dan inovasi," kata KBRI Dakar dalam keterangan resminya, Jumat.

Acara tersebut dihadiri pejabat tinggi Senegal, antara lain Perwakilan Kementerian Integrasi Afrika, Urusan Luar Negeri, dan Warga Negara Senegal di Luar Negeri Aliou Diallo, serta Menteri Mikrofinansial, Ekonomi Sosial, dan Solidaritas Republik Senegal Alioune Dione.

Turut hadir para duta besar dan perwakilan negara mitra dialog ASEAN seperti Jepang, China, India, Korea Selatan, dan Rusia, serta mitra dialog sektoral yakni Pakistan dan Iran.

Dalam pernyataan bersama para kepala perwakilan diplomatik ASEAN yang dipelopori KBRI Dakar, disepakati sejumlah fokus kerja sama prioritas antara Asia Tenggara dan Afrika Barat.

Kemitraan strategis ini berfokus pada pengembangan sumber daya manusia melalui akselerasi program peningkatan kapasitas (capacity-building) untuk pemberdayaan pemuda dan perempuan.

Selain itu, kedua kawasan berkomitmen memperkuat pertukaran teknologi dan praktik terbaik melalui alih pengetahuan di bidang pertanian modern, kesehatan masyarakat, industri halal, serta transformasi digital.

Komitmen tersebut ditopang oleh penguatan hubungan ekonomi guna mendorong peningkatan volume perdagangan langsung, arus investasi, dan kemitraan antar-pelaku usaha (business-to-business) secara berkelanjutan.

Melalui penguatan jejaring sosio-ekonomi dan pertukaran pengetahuan yang berkelanjutan, misi diplomatik ASEAN di Dakar menegaskan kembali komitmennya untuk membangun kemitraan yang berkelanjutan, berorientasi ke masa depan (forward-looking), serta saling menguntungkan dengan Senegal dan kawasan Afrika Barat.

Sebagai wujud diplomasi budaya dan kuliner yang dipromosikan Indonesia dan negara anggota ASEAN lainnya, rangkaian peringatan ditutup dengan resepsi diplomatik yang menyajikan hidangan autentik khas Asia Tenggara, seperti sate, rendang, gado-gado, bakso, nasi lemak, dan pad thai.

Baca juga: Indonesia resmikan kembali pusat pelatihan pertanian di Gambia

Baca juga: Produk pertanian Indonesia diminati 19 pembeli di Afrika Barat

Baca juga: Masyarakat Afrika Barat antusias ikuti kelas bahasa Indonesia

Pewarta: Yashinta Difa
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |