Los Angeles (ANTARA) - Laporan kasus siklosporiasis di Amerika Serikat (AS) meningkat, dengan sistem negara bagian dan lokal mencatat jumlah kasus jauh lebih banyak dibandingkan angka kasus federal, serta adanya penumpukan dalam proses analisis, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) AS pada Selasa (14/7).
Siklosporiasis adalah penyakit usus yang disebabkan oleh parasit mikroskopis yang ditularkan melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi, yang kemungkinan penularan langsung antarmanusianya sangat kecil.
CDC AS menyatakan telah menerima 1.645 kasus siklosporiasis terkonfirmasi laboratorium di 34 negara bagian sejak 1 Mei 2026, dengan 141 kasus rawat inap dan nihil kasus kematian. Selain itu, terdapat lebih dari 5.100 laporan yang memerlukan analisis sebelum dapat diklasifikasikan sebagai kasus yang berasal dari penularan di dalam negeri.
CDC AS menyatakan bahwa jumlah tersebut jauh lebih tinggi daripada 249 kasus yang dilaporkan secara nasional selama periode 1 Mei hingga 16 Juli 2025, dengan memperhitungkan adanya jeda pelaporan sekitar enam pekan antara timbulnya gejala penyakit dan pelaporan kasus secara nasional.
Sejumlah angka yang diterima sistem negara bagian dan lokal bahkan sudah melampaui angka kasus federal dengan cakupan penghitungan yang lebih sempit.
Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Michigan melaporkan 3.309 kasus pada Selasa, sekitar dua kali lipat dari total kasus terkonfirmasi nasional. Angka itu jauh melampaui jumlah kasus tahunan yang biasanya hanya sekitar 50 kasus.
Di Ohio, Departemen Kesehatan Toledo-Lucas County melaporkan 1.119 hasil laboratorium awal positif di seluruh wilayah barat laut negara bagian tersebut hingga Selasa.
Departemen Kesehatan Negara Bagian New York dan Departemen Kesehatan New York City melaporkan total 510 kasus per 8 Juli, menurut sebuah imbauan bersama.
Angka-angka tersebut tidak dapat dibandingkan secara langsung karena sistem negara bagian mungkin mencakup kasus probable, kasus terkait perjalanan, atau laporan yang masih belum diklasifikasikan. Sementara itu, CDC AS hanya menghitung kasus terkonfirmasi laboratorium dan diklasifikasikan sebagai kasus yang berasal dari penularan di dalam negeri.
CDC AS memperkirakan jumlah kasus secara nasional akan terus meningkat seiring dengan diprosesnya laporan-laporan yang masih tertunda, di samping penyelidikan yang terus dilakukan terhadap sumber-sumber wabah tersebut.
CDC AS menyatakan bahwa lebih dari 400 kasus di Michigan, Ohio, West Virginia, dan Kentucky tampaknya secara epidemiologis terkait dengan satu wabah yang melanda beberapa negara bagian, tetapi belum ada makanan tertentu yang dikonfirmasi sebagai sumbernya. Pihak penyelidik sedang mewawancarai pasien dan melakukan pelacakan asal-usul wabah, imbuh CDC AS.
Para penyelidik Michigan mengatakan hasil wawancara awal menunjukkan selada atau sayuran hijau untuk salad kemungkinan menjadi sumber wabah di negara bagian tersebut, menyarankan masyarakat di daerah-daerah yang terdampak untuk membeli selada utuh daripada selada kemasan yang sudah dicuci atau paket salad siap saji, membuang dua atau tiga lapisan daun terluar, dan memanaskan makanan hingga setidaknya 70 derajat Celsius.
Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































