Jakarta (ANTARA) - Seorang karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) asal Bogor, Jawa Barat Muhamad Muhsin (25), mengaku berhasil menabung untuk pernikahannya berkat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Alhamdulillah, terbantu banget setelah ada MBG. Bisa ngumpulin (uang) buat nikah," ujarnya melalui keterangan resmi dari BGN di Jakarta, Senin.
Baca juga: SPPG Cinere gandeng puskesmas pastikan kesehatan karyawan terjaga
Muhsin mengaku sebelum menjadi karyawan SPPG, ia hidup dengan kebiasaan sering begadang dan bangun siang dengan ritme kerja yang tidak menentu sebagai pengemudi ojek.
"Iya, dulu sering begitu. Bangun siang, kerja tidak tentu, kadang sampai tidak tidur," kenangnya.
Kini, kebiasaan itu berubah. Sejak menjadi relawan di SPPG, Muhsin mulai mengenal ritme hidup yang berbeda, lebih teratur, disiplin, dan bermakna.
Perubahan itu juga dirasakan oleh keluarganya. Muhsin kini dipandang sebagai sosok yang lebih bertanggung jawab dan memiliki arah hidup yang jelas. Bahkan, dalam waktu dekat, ia akan memasuki fase baru dalam hidupnya, menikah.
Bagi Muhsin, perjalanan ini bukan sekadar perubahan rutinitas, tetapi transformasi cara hidup. Dari yang semula berjalan tanpa arah, kini ia melangkah dengan tujuan yang lebih pasti.
Seminggu lagi, pemuda 25 tahun itu menikah. Dibalik kabar bahagia tersebut, tersimpan perjalanan yang tidak mudah, dari hidup serba tidak pasti hingga akhirnya bisa menabung untuk masa depan.
Sebagai pengemudi ojek, penghasilannya sebelum ini sangat tidak menentu. Dalam sehari, ia bahkan tidak selalu mendapatkan pemasukan.
"Dulu itu enggak tentu. Kadang ada, kadang enggak. Paling cukup buat diri sendiri," ucapnya.
Situasi itu membuatnya sulit merencanakan masa depan. Menabung menjadi hal yang nyaris mustahil. Semua penghasilan habis untuk kebutuhan harian.
Baca juga: Polres Lamsel periksa kesehatan petugas SPPG pastikan keamanan MBG
Baca juga: Perbaiki kualitas MBG, SPPG Kemayoran evaluasi karyawan secara berkala
Namun, perubahan mulai terasa sejak Desember 2025, saat ia memutuskan bergabung sebagai relawan SPPG. Dalam waktu lima bulan, hidupnya perlahan menjadi lebih stabil. Meski penghasilan yang diterima tidak besar, ada kepastian yang sebelumnya tidak pernah ia miliki.
"Kalau dibilang gaji, enggak gede, tapi berkah. Lebih dari cukup buat saya," katanya.
Dari penghasilan itu, Muhsin mulai menyisihkan sedikit demi sedikit. Hingga tanpa terasa, tabungan tersebut cukup untuk mempersiapkan pernikahannya.
Di dapur SPPG, di antara aktivitas menyiapkan makanan bergizi bagi masyarakat, Muhsin menemukan lebih dari sekadar pekerjaan. Ia menemukan pijakan untuk menata hidup.
Dalam hitungan hari, ia akan melangkah ke fase baru membangun keluarga dengan bekal yang ia kumpulkan dari kerja keras dan kesempatan yang datang tepat waktu.
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































