KAI-Pemkot Bogor tata Stasiun Bogor jadi kawasan transportasi terpadu

4 hours ago 6

Kota Bogor (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Pemerintah Kota Bogor menyiapkan penataan kawasan Stasiun Bogor sebagai kawasan transportasi terpadu untuk meningkatkan kenyamanan dan kapasitas layanan angkutan massal.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin di Kota Bogor, Kamis, mengatakan penataan tersebut menjadi bagian dari rencana revitalisasi Stasiun Bogor yang dibahas bersama pemerintah daerah.

"Terutama terkait kita akan melakukan revitalisasi Stasiun Bogor. Nantinya Stasiun Bogor akan lebih nyaman, kapasitasnya bisa menampung lebih banyak, lebih indah," kata Bobby.

Ia menjelaskan penataan Stasiun Bogor akan mencakup sejumlah aspek pelayanan penumpang, mulai dari pengaturan area naik dan turun penumpang, tempat pemberhentian transportasi umum atau feeder, hingga alur antar-jemput.

Menurut Bobby, pengembangan tersebut diharapkan dapat menjadikan Kota Bogor lebih ikonik dalam penyediaan fasilitas transportasi massal pada masa mendatang.

Pembahasan pengembangan layanan perkeretaapian itu dilakukan PT KAI bersama Pemkot Bogor di Balai Kota Bogor, Kamis.

Selain revitalisasi Stasiun Bogor, kedua pihak membahas integrasi kawasan stasiun dengan Alun-alun Kota Bogor yang berada berdampingan.

Baca juga: Dirut KAI Tinjau Langsung Pengembangan Stasiun Bogor dan Bogor Paledang, Kapasitas Bogor Line Disiapkan untuk Operasional 12 Kereta

Baca juga: Pemkot Bogor siapkan pelican crossing akses ke stasiun pengganti JPO

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan penataan kawasan Stasiun Bogor-Alun-alun menjadi salah satu pembahasan utama bersama PT KAI.

"Yang utama adalah penataan kawasan Stasiun Bogor-Alun-alun dan rencana aktivasi dari Bogor ke Cigombong," kata Dedie.

Pemkot Bogor, kata dia, akan mendukung penyediaan sarana dan prasarana untuk mengantisipasi pengembangan layanan perkeretaapian tersebut.

Pemkot Bogor dan PT KAI juga akan segera menyiapkan nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar kolaborasi penataan kawasan Stasiun Bogor dan Alun-alun Kota Bogor.

"Insyaallah akan kita tata lebih baik lagi, lebih ikonik, kebanggaan Kota Bogor dan Indonesia untuk masa depan transportasi yang lebih nyaman," ujar Dedie.

Selain penataan Stasiun Bogor, pertemuan tersebut membahas sejumlah rencana pengembangan transportasi berbasis rel, antara lain fasilitas pelayanan perkeretaapian di Kelurahan Sukaresmi, LRT, trem, aktivasi Stasiun Ciomas Rancamaya beserta pembukaan akses jalan, serta perpanjangan relasi commuter line hingga Cigombong.

Baca juga: Peron 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor Layani SF12, KAI Lanjutkan Pengembangan Peron dan Akses ke Bogor Paledang

Baca juga: Jumlah penumpang KA Pangrango meningkat dalam lima tahun terakhir

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |